Jazz di Atas Awan, Begini Mesin di Balik Festival Jazz Gunung Bromo

Probolinggo, OALA.id – Penonton datang bukan hanya untuk mendengar musik. Mereka menempuh jalan menanjak menuju ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, duduk di amfiteater terbuka, lalu menunggu denting jazz berpadu dengan udara dingin pegunungan. Itulah cara kerja Jazz Gunung, festival yang menjadikan lanskap sebagai bagian dari pertunjukan.

Pada 2026, seri ini kembali dengan dua titik utama. Jazz Gunung Slamet kembali digelar pada 27 Juni di Wana Wisata Baturraden, Banyumas, setelah edisi terakhirnya pada 2024. Sementara Jazz Gunung Bromo berlangsung pada 18–25 Juli di Amfiteater Jiwa Jawa Resort, Probolinggo, Jawa Timur. Bagi penonton Jawa Timur, Bromo adalah panggung yang paling dekat dan paling menentukan.

Konsep festival ini lahir dari tiga tokoh budaya, yakni Sigit Pramono, musisi Djaduk Ferianto, dan aktor Butet Kartaredjasa. Sejak gelaran perdananya pada 2009, Jazz Gunung dirancang dengan dua tujuan yang berjalan beriringan: menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia dan memakai budaya sebagai jalan untuk mendukung komunitas lokal serta mempromosikan kekayaan alam Jawa Timur.

Di balik panggung, rantai kerjanya melibatkan banyak pihak. Ada penyelenggara Jazz Gunung Indonesia, pengelola venue Jiwa Jawa Resort, musisi dari berbagai generasi, mitra tiket resmi, sponsor, serta komunitas di sekitar kawasan Bromo Tengger Semeru. Kawasan itu merupakan tanah leluhur masyarakat Tengger, komunitas Hindu-Jawa yang tradisi dan kehidupan spiritualnya lekat dengan gunung. Penyelenggara secara konsisten memprioritaskan pelibatan masyarakat Tengger, mulai dari ritual dan kesenian hingga keramahtamahan, agar pertunjukan tetap menghormati tempat yang sakral bagi warga setempat.

Susunan pemain 2026 memperlihatkan cara festival ini menyusun identitasnya. Gelombang pertama Jazz Gunung Slamet menampilkan MOCCA, NonaRia, dan Amelia Ong. Gelombang pertama Jazz Gunung Bromo menampilkan Bilal Indrajaya, Ali, Batavia Collective, Littlefingers, Kevin Yosua Big 6, dan Bromo Jazz Camp. Pengumuman berikutnya masih dinantikan, karena penyelenggara menyatakan masih ada penampil lain yang akan diumumkan pada bulan-bulan berikutnya.

Ciri yang dipertahankan festival ini adalah ethno-jazz, yakni jazz yang berpadu dengan instrumen dan musikalitas tradisional Indonesia, termasuk gamelan. Pendekatan itu memberi ruang bagi musisi lokal untuk tampil bukan sebagai tempelan, melainkan sebagai bagian dari bunyi festival itu sendiri. Rekam jejaknya juga pernah menampilkan formasi asal Surabaya, seperti Surabaya All Stars pada 2018 dan Surabaya Pahlawan Jazz pada 2021.

Tantangan terbesarnya justru datang dari keunggulan tempatnya. Kapasitas amfiteater di gunung bersifat terbatas, cuaca dingin dan ketinggian menuntut kesiapan fisik penonton, serta akomodasi di sekitar venue cepat penuh. Perjalanan dari kota gerbang seperti Surabaya atau Malang memakan waktu berjam-jam, sehingga tiket dan penginapan harus diamankan jauh-jauh hari. Bagi penyelenggara, itu berarti distribusi penonton tidak bisa mengandalkan penjualan mendadak di gerbang, melainkan kanal resmi yang dibuka lebih awal.

Model pendanaannya bertumpu pada kombinasi tiket bertingkat dan kemitraan. Untuk Jazz Gunung Bromo 2026, tiket dua hari dibanderol Rp720.000 untuk Tribune hingga Rp3.060.000 untuk VVIP, tiket satu hari Rp420.000 hingga Rp1.860.000, dan kategori baru Before Sunset mulai Rp240.000. Jazz Gunung Slamet dibanderol Rp350.000 untuk reguler dan Rp480.000 untuk VIP. Penjualan dilakukan melalui mitra tiket resmi Seketiket. Pada 2024, BCA tercatat telah mendukung Jazz Gunung selama 16 tahun, dengan pendiri Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono dan Presiden Direktur Jazz Gunung Indonesia Bagas Indyatmono tampil pada konferensi pers di Jakarta. Artikel ini tidak menambahkan angka pendanaan di luar data tiket dan kemitraan yang dipublikasikan tersebut.

Di sisi lain, festival ini juga menandai arah keberlanjutan. Bandwagon mencatat Jazz Gunung meraih penghargaan Green Event of the Year, yang menguatkan klaim penyelenggara soal pemrograman ramah lingkungan. Bagi talenta lokal, peluangnya terbuka pada tiga jalur: panggung ethno-jazz yang memberi tempat bagi bunyi daerah, ekosistem pariwisata di sekitar Bromo yang ikut bergerak saat penonton datang, dan jejaring yang terbentuk ketika musisi muda satu panggung dengan nama-nama yang lebih mapan.

Jazz Gunung pada akhirnya bukan sekadar konser di tempat tinggi. Ia adalah mesin yang digerakkan bersama oleh musisi, pengelola venue, mitra tiket, sponsor, dan warga lereng gunung. Selama mesin itu dijaga, panggung di kaki Bromo akan tetap menjadi tempat musik Indonesia bertemu alamnya sendiri.

  • Penulis: Oala Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

Noussair Mazraoui dari Manchester United berebut bola dengan Lucas Da Cunha dari Como di Liga Champions

Satu Kota, Dua Langit: Manchester yang Berpesta dan Manchester yang Terluka

  • Kamis, 22 Oktober 2026 06:03 WIB
  • Oala Ashadi

Manchester, OALA.id – Jarang ada malam Eropa yang merangkum jurang dua klub sekota seterang ini. Manchester City menang 5-1 atas AEK Athens di Etihad, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB, sementara Manchester United kalah 1-4 di kandang Como pada malam yang sama. Hasil itu bukan sekadar soal skor. Keduanya bercerita tentang dua tim yang bergerak ke […]

Kapoksi Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengamati tas hasil pelatihan kriya berbahan eceng gondok di Surabaya. Foto: Oalaid

Dari Gulma Jadi Tas Ekspor, Bambang Haryo Dorong Kriya Eceng Gondok Tembus Eropa

  • Sabtu, 24 Oktober 2026 18:44 WIB
  • Oala Gentur

OALA.id – Tanaman yang selama ini dianggap gulma pengganggu perairan kini dilirik menjadi produk ekspor. Di Surabaya, sebanyak 70 pelaku usaha mengikuti pelatihan pembuatan tas berbahan eceng gondok, dalam kegiatan pengembangan sumber daya lokal untuk usaha kreatif berbasis kriya yang diinisiasi Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif. Kapoksi Komisi VII DPR RI Bambang […]

Wang Chi-Lin dan Chiu Hsiang Chieh beraksi pada French Open 2026

Delapan Wakil, Satu Malam Panjang: Ujian Kedalaman Skuad Indonesia di Paris

  • Kamis, 22 Oktober 2026 13:40 WIB
  • Oala Ashadi

Paris, OALA.id – Malam ini bukan malam biasa bagi bulu tangkis Indonesia. Delapan wakil Merah Putih bertanding pada babak 16 besar French Open 2026, Kamis (22/10/2026), dalam rangkaian yang membentang dari pukul 17.00 WIB hingga lewat tengah malam. Jumlah itu bercerita satu hal: Indonesia masih punya wakil di semua sektor. Tetapi jumlah saja tidak cukup, […]

Para pemenang KBAM berfoto bersama di GOR Suryanaga Surabaya pada edisi sebelumnya

Diundur Sepekan, KBAM 2026 Justru Kebanjiran Peserta

  • Kamis, 22 Oktober 2026 15:26 WIB
  • Oala Ashadi

Surabaya, OALA.id – Tidak semua pengunduran jadwal berbuah kekecewaan. Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2026 justru kebanjiran peserta setelah jadwalnya digeser sepekan. Hingga kini, 75 pasang dari tiga kategori telah terdaftar dalam kejuaraan yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation itu. Mereka berasal dari lebih dari 70 media: koran, televisi, radio, dan media online. Berkah di […]

Pasangan ganda putra Indonesia bertanding pada French Open 2026 (Foto: BWF)

Dua Ganda Putra, Satu Tunggal: Malam Penentuan Indonesia di Paris

  • Sabtu, 24 Oktober 2026 08:11 WIB
  • Oala Ashadi

Dua Ganda Putra, Satu Tunggal: Malam Penentuan Indonesia di Paris Paris, OALA.id – Dari delapan wakil yang mencapai perempat final, Indonesia menyisakan tiga harapan di French Open 2026. Ketiganya bermain pada semifinal Sabtu (24/10/2026) malam WIB. Moh. Zaki Ubaidillah menjadi satu-satunya harapan dari sektor tunggal. Ia melaju setelah mengalahkan Chi Yu Jen 21-15, 21-13 dan […]

Siswa kelas 11 Sultan Nibras berkhutbah di hadapan ratusan siswa MAN Kota Surabaya saat sholat istisqa di lapangan sekolah

Imam dan Khotibnya Siswa Kelas 11, MAN Surabaya Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kemarau Panjang

  • Jumat, 23 Oktober 2026 15:48 WIB
  • Oala Mascim

OALA.id – Ratusan siswa MAN Kota Surabaya memenuhi lapangan sekolah, Jumat (23/10/2026). Di saf terdepan tidak ada guru yang menjadi imam — yang berdiri memimpin sholat istisqa dan naik mimbar berkhutbah justru siswa kelas 11, Sultan Nibras. Sholat minta hujan itu digelar menyusul kemarau panjang yang belum juga beranjak. Seluruh warga sekolah diwajibkan hadir di […]

Suasana malam kawasan pusat kota Surabaya saat listrik padam, Senin 19 Oktober 2026

Pusat Kota Surabaya Sempat Gelap Gulita, Pasokan Listrik Terganggu Senin Malam

  • Senin, 19 Oktober 2026 19:44 WIB
  • Oala Nurudin

Oala.id – Surabaya, OALA.id – Pusat Kota Surabaya sempat gelap gulita pada Senin malam (19/10/2026) menyusul gangguan pasokan listrik yang membuat sejumlah kawasan di pusat kota padam. Kawasan yang terdampak antara lain Dharmawangsa, Jalan Pemuda, Monumen Kapal Selam (Monkasel), Gedung Negara Grahadi, dan Jalan Panglima Sudirman. Rekaman warga yang diunggah akun resmi Suara Surabaya pada […]

Gedung RS Pusura Candi Sidoarjo tampak depan dengan ambulans terparkir di halaman IGD 24 jam

Ditanya Prosedur Persalinan Remaja, RS Pusura Candi Berlindung di Balik Privasi Pasien

  • Jumat, 23 Oktober 2026 12:05 WIB
  • Oala Nurudin

Sidoarjo, OALA.id – Ada enam pertanyaan dalam surat itu. Semuanya soal prosedur dan keadministrasian. Tidak satu pun meminta data medis pasien. Jawaban yang datang, lewat pesan WhatsApp (WA), hanya satu: rumah sakit tidak dapat memberikan keterangan karena kerahasiaan pasien. Itulah yang dialami jurnalis Oala.id bersama tim gabungan lima media siber, saat meminta konfirmasi resmi kepada […]