Pewarna Alami, Jalan Lain Industri Batik Menekan Jejak Lingkungan
- 2 jam yang lalu
- Lifestyle

OALA.id – Kain batik bisa berwarna biru, merah, kuning, sampai cokelat tanpa harus sepenuhnya bergantung pada zat kimia. Pewarna dari alam kembali dilirik sebagai salah satu pilihan produksi, seiring perbincangan soal konsep industri hijau.
Dikutip dari laman Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Minggu, 11 Oktober 2026, pewarna alami disebut dapat menjadi alternatif untuk menekan beban lingkungan dari pembuatan batik. Kendati begitu, ramah lingkungan bukan hanya soal pilihan pewarna. Efisiensi energi, pemakaian bahan baku, dan penanganan limbah ikut menentukan apakah sebuah industri batik benar-benar hijau.
Sumber pewarna alami beragam. Tumbuhan, hewan, maupun mineral. Setiap bahan mengandung senyawa khas yang menentukan warna akhirnya. Karena itu, perajin perlu memilih bahan sesuai kebutuhan produksinya.
Ragam Bahan Pewarna Alami
Daun indigo atau Indigofera dikenal sebagai penghasil warna biru. Kayu secang memberi merah. Sementara kulit kayu tingi, jambal, dan tegeran menghasilkan cokelat sampai kuning. Daun mangga, kulit mahoni, dan kulit jelawe juga bisa dimanfaatkan.
Warna yang muncul tidak selalu sama. Jenis bahan, cara mengolah, dan teknik mewarnai yang dipakai akan memengaruhi hasil akhirnya.
Dari Ekstraksi hingga Fiksasi
Sebelum dipakai, bahan pewarna harus diekstraksi lebih dulu. Biasanya bahan direbus dalam air, lalu didinginkan dan disaring supaya ampasnya terpisah dari larutan.
Kain yang akan diwarnai juga tidak bisa langsung dicelup. Ada proses scouring untuk membersihkan kotoran dan sisa kanji. Tahap ini membuat kain lebih mudah menyerap zat warna.
Setelah kain bersih, perajin membentuk motif dengan malam atau lilin batik. Bagian yang tertutup lilin akan menahan warna. Urutan warna perlu diperhatikan karena pewarnaan umumnya dilakukan bertahap, mengikuti motif dan hasil yang dituju.
Kain lalu dicelupkan ke larutan pewarna alami berulang kali sampai intensitas warnanya sesuai. Berapa kali pencelupan dilakukan bergantung pada karakter bahan pewarna dan warna akhir yang diinginkan.
Di tahap ini, mordant atau bahan pengikat berperan membantu zat warna menempel pada serat kain. Tawas, kapur, dan tunjung termasuk bahan yang bisa memengaruhi karakter serta hasil akhir warna batik.
Setelah itu ada fiksasi. Tahap ini menjaga warna agar tidak mudah luntur. Pemilihan bahan fiksasi disesuaikan dengan jenis pewarna dan warna yang ingin dihasilkan.
Menjaga Dampak Lingkungan
Meski berasal dari alam, pewarna alami tetap butuh pengolahan yang tepat. Pengambilan bahan baku juga harus memperhatikan kelestarian sumber daya, terutama jika yang dimanfaatkan adalah bagian tumbuhan.
Perajin bisa memakai daun yang gugur, sisa pemangkasan, atau limbah kayu yang masih layak. Sisa ekstraksi pewarna pun dapat dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai kompos, bila karakter bahan dan pengolahannya memungkinkan.
Menurut laman Kemenperin, ekoefisiensi adalah strategi meningkatkan kinerja produk dengan mengurangi penggunaan energi dan sumber daya alam. Prinsip ini dapat membantu pelaku industri meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menekan dampak lingkungan dari setiap produk.
Industri batik ramah lingkungan tidak mengharuskan pewarna alami dipakai sepenuhnya. Pewarna sintetis yang digunakan secara optimal, pengelolaan bahan kimia, serta pengolahan limbah juga termasuk langkah mengurangi pencemaran lingkungan.
Rekomendasi Untuk Anda
PPK Probolinggo Menjadi Terdakwa, Ahli Soroti Celah e-Purchasing
- Jumat, 9 Oktober 2026 07:41 WIB
Oala.id – Ada bagian yang sering luput dari pembahasan soal kerugian negara. Ketidakpahaman prosedur pengadaan barang dan jasa sering kali langsung diseret ke ranah pidana. Aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat Pejabat Pembuat Komitmen, memikul beban berat. Setiap celah kekeliruan administratif dalam proses e-purchasing, rentan memicu tuduhan pelanggaran hukum. Apalagi dia baru kali pertama mengenal […]
Frontage Road Buduran Sidoarjo Rampung Sebelum Tahun Baru 2027
- Jumat, 9 Oktober 2026 23:17 WIB
Sidoarjo, Oala.id – Perjalanan dari arah Waru menuju Kota Sidoarjo, kerap menguji kesabaran para pengguna jalan. Namun, sumbatan arus lalu lintas di koridor tersebut, diproyeksikan mulai terurai secara permanen sebelum momen pergantian tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengambil langkah taktis untuk mempercepat pembukaan jalur pendukung frontage road di ruas Buduran. Koordinasi intensif dilakukan bersama PT […]
Tong Komposter dari Yona Bagus, Awal Ketahanan Pangan Kampung Surabaya
- Selasa, 6 Oktober 2026 16:08 WIB
Oala.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko memulai program ketahanan pangan berbasis lingkungan di sejumlah kampung di Dapil 5. Ia mengadopsi pendekatan Kampung Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang menghubungkan pengolahan sampah organik dengan kegiatan produktif warga. Tahap pertama, 20 tong komposter berkapasitas 160 liter dibagikan di RW 9 Kelurahan Kedurus, Perumahan Gunung […]
Antangin Luncurkan Official Jersey Persebaya di Pekan Raya Jatim
- Jumat, 9 Oktober 2026 13:23 WIB
Oala.id – Antangin, Official Partner Persebaya, memperkenalkan Official Jersey Antangin x Persebaya di Pekan Raya Jatim (PRJ) 2026. Peluncuran berlangsung di Grand City Convex, Surabaya, dan menjadi bagian dari Special Merchandise Collection yang dipamerkan mulai 8 hingga 18 Oktober 2026. Jersey tersebut mengambil inspirasi dari jersey Persebaya tahun 2004. Desainnya dihadirkan untuk membawa kembali nuansa […]
Kasus Flu di Indonesia Naik, Deteksi ‘Superflu’ Justru Menurun
- Rabu, 7 Oktober 2026 14:44 WIB
Oala.id – Kasus flu di Indonesia naik pada pekan ke-38 tahun 2026. Kementerian Kesehatan mencatat tingkat positivitas influenza mencapai 56% dalam surveilans sentinel. Meski begitu, situasinya masih berada dalam kategori sedang secara nasional dan belum masuk level yang mengkhawatirkan. Rabu, (07/10). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peningkatan kasus influenza memang terjadi, terutama di Indonesia […]
Eksekusi Rumah Kutisari Dipersoalkan, Marcos Soroti Objek dan Subjek
- Kamis, 8 Oktober 2026 20:03 WIB
Oala.id – Pelaksanaan eksekusi rumah di Jalan Kutisari Indah Selatan, Surabaya, dipersoalkan Marcos Wahyudi. Ia menilai dasar eksekusi dalam perkara Nomor 133/Pdt.Eks.RL/2025/PN.Sby belum menjelaskan persoalan objek dan subjek secara utuh. Dalam dokumen aanmaning Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, disebutkan adanya perintah agar Termohon Eksekusi menyerahkan sebidang tanah HGB Nomor 44 seluas 300 meter persegi. Sertifikat itu […]
Jakarta Biennale 2026 di TIM Angkat Tema “Kebal”
- Selasa, 6 Oktober 2026 14:56 WIB
Oala.id – Jakarta Biennale 2026 akan berlangsung 4-28 Oktober di kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Pameran seni kontemporer internasional ini mengangkat tema kuratorial “Kebal” dan menampilkan karya 20 seniman dari dalam maupun luar negeri. Penyelenggaraannya melibatkan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM), 16 kolektif seni Jakarta yang tergabung […]
Antre 4 Bulan di RSUD Dr. Soetomo, Dian Penyandang Disabilitas dengan Kanker Ditangani di RSUD Soewandhie
- 20 jam yang lalu
Oala.id – Ada bagian yang sering luput dari pandangan mata, saat kita bicara soal deretan antrean panjang di rumah sakit rujukan. Di balik angka-angka pendaftaran yang terus menumpuk, ada manusia yang sedang bertarung melawan waktu dalam kesunyian. Dian, salah satunya. Seorang penderita disabilitas tinggal di Manukan Lor, Surabaya, ia sudah lama merasakan ketidaknyamanan berat di […]
