DLH Surabaya Ajak Anak Pesisir Kenjeran Bersihkan Pantai
- 16 jam yang lalu
- Pemerintahan

Oala.id – Pesisir pantai, selalu punya cara sendiri untuk memanggil ingatan kita. Bagi anak-anak di kawasan Kenjeran, Surabaya, laut bukan hanya sebatas pemandangan di akhir pekan.
Laut bagi mereka, halaman rumah, tempat tawa beradu dengan suara ombak, sekaligus saksi dari hari-hari yang mereka habiskan sejak kecil.
Namun, ada hal yang sering luput dari perhatian kita, saat memandang garis pantai. Di antara gulungan ombak kecil, tumpukan plastik dan sampah sisa aktivitas harian, kerap ikut terdampar. Tanpa disadari, beban lingkungan itu hadir persis di depan mata anak-anak yang tumbuh di sana.
Suasana di Balai RW 2, Kelurahan Kedung Cowek, Sabtu (10/10/2026), terasa sedikit berbeda. Tidak ada ruang kelas yang kaku atau mimbar tinggi.
Sejumlah anak duduk berdampingan dengan warga pesisir lainnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), memilih cara yang lebih hangat untuk berdialog: mengajak mereka, melihat kembali kondisi pantai yang sehari-hari mereka tinggali.
Yang menarik, persoalan kebiasaan membuang sampah di pesisir, tidaklah cukup diselesaikan hanya dengan papan larangan. Kepedulian sering kali tumbuh, bukan karena rasa takut akan aturan, melainkan dari rasa memiliki.
“Kami datang ke sini untuk bersilaturahmi dengan anak-anak yang luar biasa. Kami ingin mengajak mereka bersama-sama kerja bakti membersihkan pantai, supaya lingkungan tempat tinggal kita tetap bersih dari sampah,” ujar Kepala DLH Surabaya, M. Fikser.
Gerakan tersebut, dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan. Menyadari bahwa kesadaran perlu didukung oleh fasilitas yang memadai, dua tempat sampah berukuran besar ditempatkan di titik strategis warga. DLH juga memastikan pengangkutan rutin agar sampah tak lagi mengendap atau terbawa arus laut.
Mengenalkan rasa tanggung jawab kepada anak-anak sejak dini, menurut Fikser, bukan berarti membebani mereka dengan urusan dewasa.
Ini tentang memberi tahu bahwa, tangan-tangan kecil mereka pun memiliki arti bagi kelestarian alam. Saat seorang anak belajar memungut selembar plastik di tepi pantai, ia sedang belajar mencintai ruang hidupnya sendiri.
Pesisir Kenjeran bukan cuma objek wisata atau tempat singgah sementara. Bagi warga dan anak-anak di sana, laut adalah bagian mendasar dari identitas mereka. Menjaga kebersihannya hari ini, berarti merawat masa depan yang akan mereka nikmati esok hari.
Apakah di sekitar tempat tinggal Anda juga ada aksi komunitas warga dalam menjaga kebersihan lingkungan? Bagaimana cara Anda mengenalkan kepedulian lingkungan kepada si kecil? Bagikan cerita Anda di kolom komentar bawah!
Rekomendasi Untuk Anda
Kasus Flu di Indonesia Naik, Deteksi ‘Superflu’ Justru Menurun
- Rabu, 7 Oktober 2026 14:44 WIB
Oala.id – Kasus flu di Indonesia naik pada pekan ke-38 tahun 2026. Kementerian Kesehatan mencatat tingkat positivitas influenza mencapai 56% dalam surveilans sentinel. Meski begitu, situasinya masih berada dalam kategori sedang secara nasional dan belum masuk level yang mengkhawatirkan. Rabu, (07/10). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peningkatan kasus influenza memang terjadi, terutama di Indonesia […]
Nobar Final Asia FIFA 2026 Sidoarjo, Gemuruh Warga Kawal Garuda
- Senin, 5 Oktober 2026 21:23 WIB
Sidoarjo, Oala.id – Luapan emosi dan sorak sorai ratusan suporter, membakar atmosfer malam di area Pendopo Delta Sabha di halaman Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Senin (5/10/2026) malam. Warga dari berbagai sudut kota Sidoarjo, berkumpul sejak sore untuk menyaksikan laga penentu gelar juara Asia FIFA 2026 antara Skuad Timnas Indonesia melawan Thailand. […]
Kejati Jabar Limpahkan Dugaan Korupsi Meter Air Tirta Pakuan ke Polda
- Rabu, 7 Oktober 2026 20:31 WIB
Oala.id – Ada bagian yang sering luput dari perhatian, saat sebuah kasus korupsi berpindah penanganannya dari kejaksaan ke kepolisian soal kecepatan informasi dan kejelasan alur penegakan hukum itu sendiri. Perkara dugaan penyimpangan pengadaan meter air Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun anggaran 2023, kini resmi berpindah tangan. Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melimpahkan penanganan pengaduan masyarakat […]
Jamaah Umrah Menurun, Pajak Saudi 15 Persen Penyebabnya?
- Minggu, 4 Oktober 2026 13:00 WIB
Poin Berita: Jumlah jamaah umrah tahun ini menurun tipis dibanding periode sebelumnya. Pimpinan biro travel Nurul Hayat, Molik Latief, menegaskan minat beribadah tetap tinggi. Pajak PPN 15 persen di Arab Saudi menaikkan harga paket umrah.
Ribuan Warga Hadiri Jawa Timur Bersholawat di DPRD Jatim
- Rabu, 7 Oktober 2026 22:04 WIB
Oala.id – Lautan manusia yang berjumlah ratusan ribu jejali Jl Indrapura depan gedung DPRD Jatim, untuk bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan gubernur serta anggota DPRD Jatim untuk memperingati Hari Jadi Jatim yang ke 81, rabu malam, (7/10). Acara Sholawat bersama yang merupakan rangkaian pertama pering atan Hari Jadi Jatim ini dihadiri […]
Wabup Sidoarjo Sidak Rusunawa, Kamar Kosong dan Fasilitas Rusak
- Rabu, 7 Oktober 2026 16:21 WIB
Sidoarjo, Oala.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menaruh perhatian serius pada kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan di Kecamatan Krian, yang memprihatinkan dan minim penghuni. Dari total 114 unit kamar yang tersedia, saat ini baru diisi oleh sekitar 19 kepala keluarga. Keputusan penataan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kini menjadi prioritas, lantaran dinilai masih […]
Eksekusi Rumah Kutisari Dipersoalkan, Marcos Soroti Objek dan Subjek
- Kamis, 8 Oktober 2026 20:03 WIB
Oala.id – Pelaksanaan eksekusi rumah di Jalan Kutisari Indah Selatan, Surabaya, dipersoalkan Marcos Wahyudi. Ia menilai dasar eksekusi dalam perkara Nomor 133/Pdt.Eks.RL/2025/PN.Sby belum menjelaskan persoalan objek dan subjek secara utuh. Dalam dokumen aanmaning Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, disebutkan adanya perintah agar Termohon Eksekusi menyerahkan sebidang tanah HGB Nomor 44 seluas 300 meter persegi. Sertifikat itu […]
Suli Daim Dorong SMANOR Jawa Timur Kembali ke Kekhususan Olahraga
- Senin, 5 Oktober 2026 14:01 WIB
Oala.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Daim Meminta Keberadaan Sekolah Menengah Atas Negeri Olah Raga ( SMANOR) dikembalikan kepada Kekhususannya yaitu mencetak olahragawan- olahragawan yang berprestasi di Jawa Timur. Sehingga siswa SMANOR Tidak harus terbebani dengan prestasi pendidikan akademik seperti sekolah umum lainnya lainnya. “Sesuai dengan undang-undang keolahragaan nasional, keberadaan sekolah olahraga […]
