Ketika Inkompetensi Birokrasi Menjadi Kejahatan

Mochamad Chazienul Ulum
(Dosen Administrasi Publik FIA Universitas Brawijaya)

Di Balik Topeng Prosedur

Ketika sebuah sistem pemerintahan gagal merespons krisis, narasi yang paling sering muncul di ruang publik adalah tentang “kesalahan teknis”, “kekurangan sumber daya”, atau “kurangnya persiapan”. Kita cenderung memaklumi inkompetensi tersebut sebagai kelemahan manusiawi yang memprihatinkan namun wajar. Padahal, sebagaimana ditegaskan oleh Guy B. Adams dan Danny L. Balfour dalam Unmasking Administrative Evil (2014), di balik topeng ketidakmampuan prosedur tersebut tersembunyi sebuah tragedi yang jauh lebih gelap: inkompetensi birokrasi pada hakikatnya adalah manifestasi dari kegagalan etis yang nyata.

Konsep administrative evil (kejahatan administratif) yang digagas oleh Adams dan Balfour menggambarkan bagaimana tindakan yang merusak dan mematikan dapat terselubung rapi di balik kebijakan publik, program pemerintah, rutinitas organisasi, dan peran birokrasi yang terlegitimasi. Dalam budaya birokrasi modern yang mengagungkan rasionalitas teknis (technical rationality)—di mana efisiensi dan prosedur formal cenderung menggeser pertimbangan nilai dan keadilan substantif. Kondisi ini membuat kompas moral pribadi dilumpuhkan demi ketaatan kaku pada perintah hirarki dan regulasi. Lebih jauh lagi, terjadi proses inversi moral (moral inversion), di mana aparat merasa telah bertindak secara profesional dan benar hanya karena mereka menjalankan prosedur operasional standar, tanpa pernah menyadari bahwa tindakan atau pembiaran mereka sedang melanggengkan penderitaan manusia.

Di sinilah letak batas kritis di mana kecerobohan administrasi bertransformasi menjadi kejahatan sistemik. Inkompetensi bukan sekadar persoalan kurangnya sertifikasi atau keterampilan teknis dasar, melainkan bentuk pengabaian moral saat pengambil kebijakan mengesampingkan dan mendehumanisasi kelompok masyarakat terpinggirkan. Ketika nilai-nilai kemanusiaan dibuang dari ruang perencanaan demi mengejar kriteria efisiensi atau kalkulasi politik, birokrat yang dianggap kompeten secara teknis sekalipun akan mengalami kegagalan fungsional yang membahayakan jiwa publik. Kelompok rentan ini diposisikan sebagai variabel tak bernilai dalam keputusan birokrasi, sehingga penelantaran terhadap mereka dianggap bukan sebagai pelanggaran etika, melainkan sekadar konsekuensi logis dari keterbatasan sistem.

Sejarah memberikan refleksi konkret atas fenomena ini melalui analisis mengenai kegagalan penanganan Badai Katrina pada tahun 2005. Pembentukan kebijakan keamanan nasional Amerika Serikat pasca-9/11 mendegradasi kapasitas Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) dengan mengalihkan prioritas, anggaran, dan kewenangannya ke bawah naungan Department of Homeland Security yang berfokus kaku pada kontra-terorisme dan sekuritisasi. Ketimpangan ini diperparah oleh penunjukan kepemimpinan FEMA atas dasar patronase politik tanpa rekam jejak pengalaman manajemen darurat. Ketika Badai Katrina menerjang, fungsi bantuan bencana lumpuh total. Namun, kegagalan tersebut bukan sekadar kecelakaan logistik, melainkan bentuk kejahatan administratif di mana ribuan warga miskin dan minoritas terabaikan dan bahkan dikonstruksikan secara prasangka sebagai ancaman keamanan alih-alih korban yang harus diselamatkan (Adams & Balfour, 2014).

Birokrasi Tanpa Empati

Birokrasi kerap menjadi benteng perlindungan paling aman bagi ketidakmampuan etis karena kemampuannya melakukan penyamaran (masking). Ketika aturan formal dijadikan tameng utama, kepatuhan kaku menggeser esensi keadilan dan pelayanan publik. Birokrat yang berdalih sekadar menjalankan prosedur melupakan bahwa regulasi hanyalah alat mencapai kesejahteraan, bukan tujuan akhir dari tata kelola publik. Sikap pasif ini menciptakan fenomena berbahaya di mana kejahatan struktural tidak lagi hadir dalam wujud niat jahat individu (individual malice) yang kentara, melainkan tersembunyi di balik tumpukan dokumen, prosedur teknis, jargon hukum, dan formalitas administrasi.

Ketaatan prosedur yang buta moral secara beruntun menutup mata para penyelenggara negara terhadap dampak nyata dari setiap kebijakan di lapangan. Melalui mekanisme penyebaran tanggung jawab (diffusion of responsibility), tidak ada satu pun individu dalam struktur birokrasi yang merasa bertanggung jawab secara pribadi atas dampak buruk yang terjadi. Ketika standar operasional dijadikan pembenaran atas ketiadaan empati, ketidakmampuan individu bertransformasi menjadi penindasan sistemik. Masyarakat yang membutuhkan perlindungan atau keadilan justru kerap dibenturkan pada tembok ketidakpedulian yang dilegitimasi oleh bahasa hukum. Dalam titik ini, kepatuhan tanpa nurani bukan lagi refleksi profesionalisme, melainkan bentuk kompromi moral yang membiarkan penderitaan publik terus berlangsung tanpa ada pihak yang merasa bersalah.

Guna memutus rantai kejahatan administratif ini, maka perlu tindakan penelanjangan (unmasking) melalui eksistensi etika publik yang kritis dan berlandaskan kesadaran moral deliberatif. Etika publik tidak boleh berhenti pada kode etik formal atau ketaatan administratif (compliance-based ethics), melainkan menuntut setiap aparatur untuk memiliki keberanian intelektual dan moral (moral courage) dalam mempertanyakan aturan yang melanggengkan ketidakadilan. Penyelenggara negara harus mampu melampaui sekadar pembacaan teks hukum secara harfiah, memahami rasa keadilan substantif masyarakat, serta menanggung beban moral atas konsekuensi sosial dari setiap tindakan maupun pembiaran birokrasi mereka. Tanpa integrasi nilai-nilai etis yang kritis ini, hukum dan prosedur hanya akan terus menjadi instrumen penyamaran bagi inkompetensi birokrasi yang merusak tatanan sosial dan mematikan nilai-nilai kemanusiaan (dehumanisasi).

  • Penulis: Mochamad Chazienul Ulum

Rekomendasi Untuk Anda

Suasana sidang dugaan suap dana hibah pokir DPRD Jatim di Pengadilan Tipikor Surabaya

Namanya di Atas Dokumen Pokir, Anwar Sadad Justru Belum Pernah Diperiksa

  • Jumat, 23 Oktober 2026 08:44 WIB
  • Oala Nurudin

OALA.id – Nama Anwar Sadad membayang di hampir semua pembahasan sidang dugaan suap dana hibah pokir Jawa Timur di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (22/10/2026). Tapi sosok yang namanya tercantum di dokumen kunci pembagian jatah itu justru belum pernah diperiksa. Majelis hakim sampai mempertanyakannya di ruang sidang. “Perkara ini kan larinya ke tempat Anwar Sadad. Kalau […]

pencabulan siswi disabilitas Sidoarjo

Bejat! Satpam SD di Sidoarjo Dilaporkan Cabuli Siswi Disabilitas Berulang Kali

  • Minggu, 18 Oktober 2026 19:55 WIB
  • Oala Nurudin

Sidoarjo, Oala.id – Jeritan senyap menyayat hati di ruang kelas sekolah dasar negeri di Sidoarjo. Seorang siswi penyandang disabilitas, diduga menjadi korban pencabulan berulang kali oleh petugas keamanan berinisial HS, 58 tahun. Kasus kelam yang mencoreng dunia pendidikan ini baru terungkap, setelah keluarga korban didampingi Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Timur, resmi melaporkannya ke […]

Miguel Pereira merayakan gol dalam laga Persebaya vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo

Drama di Gelora Bung Tomo: Dwigol Miguel Pereira Selamatkan Persebaya dari Kekalahan!

  • Minggu, 18 Oktober 2026 22:25 WIB
  • Oala Ashadi

Oala.id – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo malam ini benar-benar menguji jantung puluhan ribu Bonek dan Bonita yang hadir. Saya sendiri sampai menahan napas menyaksikan perjuangan pantang menyerah skuad Green Force dalam laga Persebaya vs PSS Sleman di lanjutan pekan kelima Super League 2026/2027, Minggu (18/10/2026). Pertandingan ketat yang berakhir dengan skor imbang 2-2 ini […]

Petugas polisi berpatch SPKT berdiri di samping mobil pickup hitam tempat seorang pria ditemukan meninggal di Surabaya

Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil Pickup di Surabaya

  • Rabu, 21 Oktober 2026 16:02 WIB
  • Oala Nurudin

OALA.id – Seorang pria ditemukan meninggal di dalam sebuah mobil pickup hitam di Surabaya, Rabu (21/10/2026) siang. Peristiwa itu terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun @suarasurabayamedia di Instagram, terlihat sejumlah aparat — termasuk kendaraan polisi dan dinas sosial dengan lampu rotator menyala — berada di sekitar lokasi. Teks […]

Para pemenang KBAM berfoto bersama di GOR Suryanaga Surabaya pada edisi sebelumnya

Diundur Sepekan, KBAM 2026 Justru Kebanjiran Peserta

  • Kamis, 22 Oktober 2026 15:26 WIB
  • Oala Ashadi

Surabaya, OALA.id – Tidak semua pengunduran jadwal berbuah kekecewaan. Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2026 justru kebanjiran peserta setelah jadwalnya digeser sepekan. Hingga kini, 75 pasang dari tiga kategori telah terdaftar dalam kejuaraan yang didukung Bakti Olahraga Djarum Foundation itu. Mereka berasal dari lebih dari 70 media: koran, televisi, radio, dan media online. Berkah di […]

Pohon mangga di tepi Sungai Jagir Surabaya, lokasi penemuan jenazah Sungai Jagir — pria tanpa identitas yang meninggal dunia.

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Jagir Surabaya

  • Selasa, 20 Oktober 2026 16:47 WIB
  • Oala Nurudin

OALA.id – Sesosok pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di tepi Sungai Jagir, Surabaya, pada Selasa (20/10/2026). Kabar tersebut pertama kali dilaporkan akun media Suara Surabaya @suarasurabayamedia melalui unggahan Instagram pada pukul 14.45 WIB, yang kemudian ikut dibagikan akun @lovesuroboyo. Menurut keterangan dalam unggahan Suara Surabaya, jenazah pria itu ditemukan warga di sekitar pohon mangga […]

GEMAS siswa SD Batu

GEMAS: Ratusan Siswa SD di Batu Belajar Menabung dan Melek Pajak Sambil Bermain

  • Senin, 19 Oktober 2026 15:22 WIB
  • Redaksi Oala

Kota Batu, OALA.id – Ratusan siswa sekolah dasar di Kota Batu belajar menabung dan mengenal pajak dengan cara yang jauh dari membosankan: lewat permainan. Program bertajuk GEMAS (Gerakan Edukasi Menabung dan Sadar Pajak) ini digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 63 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) di dua sekolah dasar. Selama […]

Pelatih Manchester United Michael Carrick dalam konferensi pers (Foto: manutd.com)

Kursi Carrick Belum Bergeser, tetapi Ruang Direksi Sudah Bersuara

  • Jumat, 23 Oktober 2026 20:09 WIB
  • Oala Ashadi

Kursi Carrick Belum Bergeser, tetapi Ruang Direksi Sudah Bersuara Manchester, OALA.id – Michael Carrick masih akan berdiri di tepi lapangan Old Trafford pada Minggu malam. Namun, perdebatan tentang penggantinya sudah dimulai di ruang lain. Menurut laporan talkSPORT yang dilansir Bola.net, manajemen Manchester United terbelah menjadi dua kubu. Perbedaan itu menyangkut arah klub jika perubahan pelatih […]