Dulu Saksi Kolonial, Kini Kota Lama Surabaya Jadi Ruang Kreatif Anak Muda

OALA.id – Siapa sangka, kawasan yang dulu cuma jadi jalan lewat — ramai dilintasi, sepi disinggahi — kini jadi tempat nongkrong paling hidup di Surabaya Utara. Kota Lama Surabaya hidup lagi. Gedung-gedung tua yang pernah jadi saksi perang, kini jadi latar foto, tempat ngopi, dan panggung komunitas.

Kawasan ini membentang dari Jalan Kembang Jepun di sisi timur sampai Jalan Rajawali di sisi barat. Keduanya dihubungkan Jembatan Merah, jembatan yang sudah berdiri sejak tahun 1809 — dibangun pada era Gubernur Jenderal Daendels. Menurut catatan perjalanan walking tour di laman Rajapatni yang dinarasikan Nanang Purwono, jembatan ini awalnya jembatan kayu yang bagian tengahnya bisa diangkat untuk lewat perahu. Sekitar tahun 1860-an berubah menjadi jembatan kayu statis bercat merah, tahun 1890 diganti konstruksi besi, dan setelah kemerdekaan menjadi beton.

Jembatan Merah bukan sekadar penyeberangan Kali Mas. Menurut laman resmi Pemkot Surabaya, jembatan ini menjadi saksi bisu perjuangan arek-arek Suroboyo melawan tentara Sekutu pada 1945 — tempat gugurnya pimpinan pasukan Sekutu, Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, dalam baku tembak 30 Oktober 1945. Jauh sebelum perang, jembatan ini sudah jadi jantung dagang: sisi barat untuk orang Eropa, sisi timur untuk orang Asia — Tionghoa, Arab, dan Melayu.

Tak jauh dari sana berdiri Gedung Internatio, bangunan cokelat dua lantai di sudut jalan yang kini bernama Jalan Jayengrono. Gedung ini dibangun tahun 1927 dan rampung tahun 1931 oleh biro arsitek Algemeen Ingenieur Architectenbureau, dengan arsitek Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels, menurut Wikipedia. Awalnya menjadi kantor perusahaan dagang Belanda, Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging “Rotterdam”.

Pada 25 Oktober 1945, setelah Sekutu mendarat di Tanjung Perak, gedung ini dikuasai dan dijadikan markas Brigade ke-49 Inggris. Tiga hari kemudian, 28 sampai 30 Oktober 1945, gedung ini dikepung para pejuang Indonesia. Baku tembak di sekitar Gedung Internatio dan Jembatan Merah itulah yang menewaskan Brigjen Mallaby — peristiwa yang kemudian menjadi pemicu Pertempuran 10 November 1945.

Empat zona, satu cerita

Kota Lama Surabaya — yang juga disebut “Surabaya Kuto Lawas” — terbagi menjadi empat zona: Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, menurut laman ThePhrase.id. Pada zaman Belanda, kawasan ini merupakan pusat pemerintahan, bisnis, hingga pertukaran budaya. Orang Arab, Eropa, Madura, Melayu, Jawa, sampai Tionghoa berkumpul di sini.

Zona Eropa di sekitar Jalan Rajawali masih dipenuhi bangunan kolonial: Gedung De Javasche Bank di Jalan Garuda No. 1 yang kini menjadi museum koleksi uang kuno — masuknya gratis, Gedung Cerutu, sampai Pabrik Siropen yang disebut pabrik sirop tertua di Indonesia. Di Taman Sejarah, kisah-kisah lama diceritakan ulang lewat berbagai media.

Menyeberang Jembatan Merah ke timur, suasananya berganti. Jalan Kembang Jepun menjadi jantung Pecinan. Gerbang pecinan bertuliskan “kyakya” — kata dalam bahasa Hokkien yang berarti “jalan-jalan” — berdiri kokoh di kedua ujung jalan. Jalan ini kini menjadi koridor kuliner dan budaya: lampion merah bergantungan, patung naga, warung bakpao dan siomay berjejer. Dikutip JawaPos.com via Jakarta365, kawasan ini kini dihidupkan kembali sebagai ruang publik — tak hanya menarik secara visual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat ekonomi, interaksi sosial, dan pelestarian budaya. Kalau pas Imlek, Cap Go Meh, atau festival, barongsai keluar dan jalan ini penuh orang.

Dari gudang tua jadi panggung kreatif

Yang paling terasa hidupnya adalah ruang-ruang kreatif baru. Pos Bloc Surabaya, yang menempati Gedung Kantor Pos Kebonrojo peninggalan Belanda, kini menjadi titik kumpul komunitas kreatif. Di dalam gedung yang luas ini ada kafe-kafe kekinian, toko kerajinan lokal, galeri seni, hingga ruang pertunjukan musik. Menurut artik.id, kawasan seluas sekitar 1,2 hektare ini disiapkan menjadi pusat ekonomi kreatif yang memadukan seni, komunitas, pertunjukan, dan ruang bagi UMKM — bahkan direncanakan ada hanggar pertunjukan berkapasitas 1.500 orang.

“Suasana akan semakin hidup apabila dipadukan dengan musik klasik, dokumentasi sejarah, serta narasi perjalanan Kota Surabaya yang dapat dinikmati pengunjung,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dikutip artik.id.

Komunitas-komunitas sejarah juga punya peran besar. Roodebrug Soerabaia — namanya diambil dari Jembatan Merah (Roode Brug) — rutin mengadakan tur sejarah, diskusi bersama sejarawan dan akademisi, pemutaran film dokumenter sejarah, pameran foto, sampai lokakarya pelestarian cagar budaya, menurut laman Kuttab Digital. Ada pula Begandring Soerabaia yang sama gigihnya menumbuhkan kecintaan sejarah di kalangan anak muda.

Buat yang ingin jalan-jalan sambil belajar, sudah ada tur jalan kaki yang berjalan: BersukaRia Walk (rute Taman Jayengrono–Jembatan Merah–bangunan bersejarah Jalan Rajawali–Gedung Internatio–Gedung Telkom–Penjara Kalisosok–De Javasche Bank) dan Surabaya Walking Tour by Roodebrug (Taman Jayengrono–Viaduct Ex Halte Trem–Museum Hoofdbureau–Jalan Jembatan Merah, Jalan Veteran–Pos Bloc). Menurut Kominfo Jatim, Pemkot Surabaya memang memberi ruang bagi komunitas dan agen tur menyediakan paket wisata seperti ini. “Harapannya bisa hidup sampai malam hari. Cuma nanti akan berbeda aktivitasnya,” ujar Hidayat Syah, dikutip laman Kominfo Jatim.

Dijaga, bukan cuma dilihat

Hidupnya kembali Kota Lama tidak terjadi sendiri. Setelah lama terabaikan — bangunan-bangunan kolonial di kota tua ini bertahun-tahun tak terurus setelah Indonesia merdeka — Pemkot Surabaya resmi menetapkan kawasan ini sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya pada 3 Juli 2024. Revitalisasi fisik dilakukan bertahap di bawah Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) bersama UPT, menurut jurnal Cultoure.

Payung hukumnya pun sudah ada: Peraturan Wali Kota Nomor 84 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) mengarahkan pengembangan kawasan pada perlindungan cagar budaya, peningkatan kualitas lingkungan, serta penguatan identitas kawasan, menurut prosiding UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tantangannya masih ada. Selain bangunan tua yang butuh perawatan terus-menerus, riset Universitas Diponegoro mencatat keterkaitan antar-elemen ruang di kawasan Eropa masih perlu diperkuat agar kawasan ini terasa sebagai satu jaringan ruang yang utuh. Namun tanda-tanda baik sudah terlihat: para relawan turun tangan membersihkan kawasan, dan anak-anak muda kini berdatangan — mencari pengalaman budaya, atau sekadar mencari foto yang bagus.

Bagaimana cara menikmatinya?

Gampang. Masuk kawasan ini gratis — area publik seperti Jembatan Merah bisa dikunjungi 24 jam. Ikut walking tour bersama komunitas, naik Suroboyo Bus, berfoto dengan latar arsitektur kolonial, jajan di Kya-Kya Kembang Jepun, nongkrong di Pos Bloc, atau masuk museum De Javasche Bank yang gratis. Kalau ingin suasana ramai, datang saat ada festival: Festival Kembang Jepun atau Festival Kuliner Jembatan Merah Plaza.

Kota Lama sudah membuktikan satu hal: bangunan tua tak harus jadi museum yang bisu. Ditata, dirawat, dan diberi ruang bagi anak muda — saksi kolonial ini berubah menjadi rumah bagi kreativitas baru.

Baca juga: 81 Tahun Lalu Dikumandangkan dari Bubutan, Teks Resolusi Jihad Kembali Diarak ke Surabaya

  • Penulis: Oala Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

antrean BBM Jatim

Antrean BBM Subsidi Melanda Sejumlah Daerah di Jatim, Mungkinkah Bernasib seperti Bali?

  • Kamis, 15 Oktober 2026 23:50 WIB
  • Oala Sely

OALA.id – Antrean bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilaporkan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur. Fenomena antrean kendaraan yang mengular terpantau di wilayah Jember, Malang, Blitar, Kediri, hingga Bondowoso sejak awal Oktober 2026. Bukti antrean tersebut ramai beredar di media sosial. Akun Instagram @malangraya_info mengunggah video antrean panjang di […]

Hattrick dari Surabaya: Unair–ITS Pelopori Seri Lengkap Turnamen Catur FIDE Rated Pertama di Indonesia

Hattrick dari Surabaya: Unair–ITS Pelopori Seri Lengkap Turnamen Catur FIDE Rated Pertama di Indonesia

  • Rabu, 21 Oktober 2026 13:06 WIB
  • Oala Ashadi

OALA.id – Dua perguruan tinggi negeri terbesar di Surabaya, Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berkolaborasi menghadirkan seri lengkap turnamen catur FIDE Rated di Surabaya — kategori Rapid, Blitz, dan Standard yang disebut sebagai yang pertama di Indonesia dan dimulai dari Kota Surabaya. Ketua King Knight Kreatif selaku penyelenggara, Hesnud Daulah, mengatakan […]

Cahyo Harjo dua tahun Prabowo: Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso menilai fondasi Indonesia Emas 2045.

Cahyo Harjo: Dua Tahun Prabowo Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

  • Selasa, 20 Oktober 2026 20:02 WIB
  • Oala Mascim

OALA.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, menilai dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi fase penting dalam membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Fondasi tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, kecerdasan generasi muda, kesejahteraan keluarga, serta penguatan ekonomi kerakyatan. “Prinsipnya, kami melihat dua tahun ini sebagai […]

PPDS Obgyn Unusa

Ungguli 45 Peserta dari Tujuh Universitas, Mahasiswa PPDS Obgyn Unusa Raih Predikat Terbaik

  • Rabu, 14 Oktober 2026 15:10 WIB
  • Oala Mascim

OALA.id – Kabar membanggakan datang dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). dr. Ardita Faradhika Hidayati, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi, dinobatkan sebagai peserta terbaik pertama dalam Pelatihan Basic Surgical Skills (BSS) I Regional Periode 2 Tahun 2026. Dalam pelatihan intensif tiga hari yang digelar Komisi Pelatihan Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia […]

Gledson Paixao mengenakan seragam Persebaya Surabaya di stadion

Keputusan Berani Tavares: Ernando dan Sang Kapten Duduk di Bangku Cadangan

  • Kamis, 22 Oktober 2026 14:31 WIB
  • Oala Ashadi

Parepare, OALA.id – Daftar susunan pemain sering bercerita lebih banyak daripada konferensi pers. Untuk laga PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kamis (22/10/2026) sore WIB, cerita itu bernama keberanian Bernardo Tavares. Pelatih Persebaya itu mencadangkan dua nama terbesarnya. Kiper timnas Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi, dan kapten tim, Rachmat Irianto, sama-sama memulai […]

Bonek menggalang donasi masker melalui kampanye One Man One Mask pada laga Persebaya vs PSS Sleman di Stadion GBT. (Photo : Official PERSEBAYA)

Football for Humanity, Bonek Galang Donasi Masker untuk Korban Karhutla

  • Jumat, 16 Oktober 2026 13:44 WIB
  • Oala Ashadi

Oala.id – Bonek menggelorakan kampanye One Man One Mask untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Gerakan bertajuk Football for Humanity ini mengajak suporter Persebaya Surabaya dan pendukung PSS Sleman menyumbangkan masker saat kedua tim bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu, 18 Oktober 2026. Melalui aksi tersebut, Bonek ingin menunjukkan […]

Prototipe gelang pintar BUBO STRAP karya mahasiswa PENS

Mahasiswa PENS Kembangkan BUBO STRAP, Teknologi AIoT untuk Keselamatan Pekerja Konstruksi

  • Selasa, 20 Oktober 2026 14:48 WIB
  • Oala Ashadi

Oala.id – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan BUBO STRAP, sistem berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) yang membantu meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek konstruksi. Inovasi ini memadukan gelang pintar dan kamera berbasis kecerdasan buatan untuk memantau kesehatan pekerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta aktivitas mereka di lokasi kerja. BUBO […]

Ilustrasi lapak es kelapa muda di Waru yang dipagari garis polisi saat subuh

Subuh di Waru, Penjual Es Degan Duel Maut Lawan Pria Bercelurit

  • Kamis, 22 Oktober 2026 12:57 WIB
  • Oala Nurudin

Sidoarjo, OALA.id – Pagi Purnomo (56) baru saja dimulai ketika seorang pria tak dikenal tiba-tiba mengeluarkan celurit di depannya. Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, di depan bengkel Aji Motor, Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, penjual es kelapa muda itu terlibat perkelahian yang berakhir dengan satu nyawa melayang. Purnomo berjualan es kelapa muda 24 jam di […]