81 Tahun Lalu Dikumandangkan dari Bubutan, Teks Resolusi Jihad Kembali Diarak ke Surabaya
- Kamis, 22 Oktober 2026 13:48 WIB
- CULTURE

OALA.id – Delapan puluh satu tahun silam, sebuah maklumat dibacakan di sebuah gedung di Jalan Bubutan, Surabaya, dan mengubah arah sejarah bangsa. Hari ini, Kamis (22/10/2026), teks maklumat itu kembali menempuh perjalanan pulang — dikirab dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menuju Surabaya, dikawal 99 sepeda motor Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Kirab naskah Resolusi Jihad ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang dipusatkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Tebuireng. Pagi tadi, ribuan santri mengikuti apel akbar di lapangan pesantren yang dimulai pukul 07.00 WIB, dengan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) bertindak sebagai inspektur apel, demikian dilaporkan NU Online.
Suasana sakral, menurut laporan NU Online, terasa ketika KH Irfan Yusuf yang mewakili dzuriyah membacakan teks Resolusi Jihad — pengingat atas maklumat bersejarah yang dicetuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kemudian memimpin doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bangsa. Hadir pula jajaran petinggi PBNU, antara lain Katib Aam Prof. Muhammad Nuh, Katib Syuriah PBNU Syaifullah Yusuf, dan Rais Syuriah KH Anwar Manshur, menurut laporan Risalah NU.
Dalam amanatnya, Gus Kikin menegaskan semangat Resolusi Jihad tetap relevan dengan tantangan bangsa hari ini. “Kita telah merdeka lebih dari delapan dekade, tetapi tantangan bangsa dan negara kita masih sangat besar. Dalam hal ini, semangat Resolusi Jihad itu masih relevan dan perlu terus kita hidupkan,” ujarnya, dikutip NU Online. Jihad masa kini, katanya, bukan lagi dengan bambu runcing, melainkan “melalui pemikiran dan gerakan untuk ikut serta di dalam mengatasi kemiskinan, kebodohan, kerusakan hutan dan lingkungan, praktik korupsi, dan tantangan yang lainnya.”
Usai apel, rombongan kirab bergerak menempuh perjalanan darat dari Jombang menuju Surabaya. Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Syafiq Syauqi menjelaskan pengawalan dilakukan dengan 99 sepeda motor yang bergerak beriringan mengawal rombongan PBNU. “Nanti setelah upacara akan ada kirab dari Jombang ke Surabaya yang akan diikuti sebagian besar Banser. Kita akan mengawal rombongan PBNU dengan 99 motor Banser,” ungkapnya, dikutip NU Online.
Angka 99 bukan sembarang angka. “99 adalah angka yang sempurna. Harapannya hari santri tahun ini Nahdlatul Ulama dan seluruh santri se-Nusantara mendapatkan kemuliaan, kesempurnaan dan kejayaan,” ujar Syafiq. Menurutnya, angka itu merepresentasikan kesempurnaan — sebagaimana jumlah Asmaul Husna dan simpul tali pada lambang Nahdlatul Ulama.
Setibanya di Surabaya malam ini, rombongan disambut mujahadah dan doa bersama. Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh sebelumnya menjelaskan, “Habis itu ada prosesi kirap teks Resolusi Jihad. Itu yang dikirap dari Jombang ke Surabaya. Di Surabaya malam harinya ada mujahadah, doa bersama sebagai rasa syukur sekaligus mendoakan,” ujarnya, dikutip Risalah NU.
Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina itu digelar pukul 19.00 WIB di depan gedung PCNU Kota Surabaya — agenda PBNU yang pelaksanaannya dipercayakan kepada PCNU Kota Surabaya sebagai tuan rumah, menurut laporan Press Democracy. Pemilihan lokasi bukan kebetulan: gedung itu, yang kini tercatat sebagai bangunan cagar budaya, dahulu adalah kantor pusat NU — tempat Resolusi Jihad dikumandangkan 81 tahun silam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai detail rute darat kirab maupun susunan acara penyambutan malam ini di luar agenda mujahadah tersebut.
Dari Bubutan, untuk Indonesia
Pada 21–22 Oktober 1945, wakil-wakil cabang (konsul) NU se-Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Di kantor pusat NU di Jalan Bubutan VI/2 — gedung yang kini menjadi kantor PCNU Kota Surabaya — KH Hasyim Asy’ari mendeklarasikan perang suci mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Latarnya genting. Proklamasi 17 Agustus 1945 baru berumur dua bulan ketika pasukan Sekutu yang diboncengi NICA Belanda datang hendak kembali berkuasa. Sebulan sebelumnya, insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, Jalan Tunjungan, pada 19 September 1945, serta Rapat Raksasa di Tambaksari pada 21 September 1945, telah memanaskan suasana kota. Presiden Soekarno yang terus memantau gejolak Surabaya mengutus orang untuk menanyakan hukum membela tanah air kepada KH Hasyim Asy’ari.
Jawabannya tegas dan kemudian dikenal sebagai Resolusi Jihad. Dengan ejaan masa itu, naskah yang disalin para konsul dan dibawa ke daerahnya masing-masing itu antara lain memutuskan: “Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia soepaja menentoekan soeatoe sikap dan tindakan jang njata serta sepadan terhadap oesaha-oesaha jang akan membahajakan Kemerdekaan dan Agama dan Negara Indonesia, teroetama terhadap fihak Belanda dan kaki tangannja. Soepaja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat ‘sabilillah’ oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam. Soerabaia, 22–10–1945.” Demikian bunyi naskah yang dimuat Majalah Fakta.
Fatwa itu juga menegaskan hukum memerangi penjajah adalah fardhu ain — kewajiban bagi setiap Muslim — dan siapa pun yang gugur dalam perjuangan itu tergolong syahid, sebagaimana dikutip Gus Kikin dalam amanat apel pagi ini.
Dampaknya segera terasa. Pesantren-pesantren dan kantor-kantor NU menjadi markas Laskar Hizbullah. Dari berbagai daerah di Jawa Timur, Madura, bahkan Jawa Tengah, para santri dan pemuda berduyun-duyun datang ke Surabaya — sebagian berbekal keris, celurit, parang, tombak, hingga bambu runcing. Setelah melapor ke markas di Bubutan, mereka diarahkan ke garis depan di kawasan viaduk, dekat kantor gubernur. Semangat itulah yang dua pekan kemudian meledak dalam pertempuran 10 November 1945 — yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Delapan dekade kemudian, negara menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta — merujuk pada peristiwa di Surabaya itu.
Maka wajar bila kirab hari ini berakhir di depan gedung tua di Bubutan itu. Teks yang sama, dikawal generasi santri yang berbeda, kembali ke titik ia pertama kali dikumandangkan — di kota yang 81 tahun lalu menjawab seruan itu dengan darah dan nyawa, dan yang hingga kini menyimpan gedungnya sebagai cagar budaya.
Baca juga: Dari Kota Lahirnya Resolusi Jihad, Unusa Puncaki Kampus NU se-Indonesia
Rekomendasi Untuk Anda
Sidang Pungli ESDM Jatim Bongkar Aliran Dana Rp4,09 Miliar ke Kantong Mantan Kadis
- Sabtu, 17 Oktober 2026 10:32 WIB
Oala.id – Sidang pembacaan dakwaan kasus dugaan pungutan liar (pungli) perizinan di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jalan Juanda, Sidoarjo pada 14/10/2026. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, membeberkan aliran dana haram senilai miliaran rupiah yang menyeret sejumlah pejabat tinggi tersebut. Dalam surat […]
Comeback 5-2! SMAN 3 Bojonegoro Juara Bahlil Mini Soccer Cup 2026, Cetak Rekor MURI
- Senin, 19 Oktober 2026 01:39 WIB
Surabaya, OALA.id – SMAN 3 Bojonegoro tampil sebagai juara Bahlil Mini Soccer Cup 2026 usai menaklukkan SMAN Ngoro Jombang dengan skor telak 5-2 pada babak grand final di Lapangan Thor Surabaya, Minggu malam (18/10/2026). Kemenangan diraih secara dramatis. Bojonegoro sempat tertinggal dua gol di menit-menit awal laga, namun bangkit dan berbalik unggul 3-2 hingga turun […]
Sidang Maut Gara-Gara Sandal, Tangis Kakak Thomas Pecah di PN Surabaya
- Selasa, 20 Oktober 2026 20:05 WIB
OALA.id – Tangis Hana Novia Kristiani pecah di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (20/10/2026). Kakak kandung Thomas Julianus Kristanto (19) itu menyaksikan langsung empat terdakwa pengeroyokan adiknya menjalani sidang pembacaan dakwaan — perkara yang bermula dari persoalan sepele: sepasang sandal Crocs. Keempat terdakwa, yakni Raif Ubaidillah, Cliferd Januwart Ferdinant, Kenzo Varrelyo, dan Alfian Anditra Yudha, […]
Cahyo Harjo: Dua Tahun Prabowo Jadi Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
- Selasa, 20 Oktober 2026 20:02 WIB
OALA.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Cahyo Harjo Prakoso, menilai dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi fase penting dalam membangun fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Fondasi tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, kecerdasan generasi muda, kesejahteraan keluarga, serta penguatan ekonomi kerakyatan. “Prinsipnya, kami melihat dua tahun ini sebagai […]
Lesehan Berbusana Putih, Subandi dan Forkopimda Doakan Dua Tahun Prabowo-Gibran
- Selasa, 20 Oktober 2026 20:53 WIB
Sidoarjo, OALA.id – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Delta Wibawa, Selasa (20/10/2026) malam. Bupati Sidoarjo Subandi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar doa kebangsaan memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para pejabat dan jamaah yang hadir tampak mengenakan busana muslim bernuansa […]
AC Milan Menang 3-2 atas Atalanta, Rossoneri Nyaris Kehilangan Poin
- Senin, 19 Oktober 2026 05:36 WIB
Oala.id – AC Milan berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor 3-2 pada pekan ketujuh Serie A 2026/2027 di Stadion San Siro. Rossoneri sempat unggul tiga gol melalui Ramos, Adrien Rabiot, dan Mario Gila, tetapi dua gol balasan tim tamu membuat pertandingan berlangsung menegangkan hingga peluit panjang. Kemenangan ini menjadi respons penting bagi AC Milan setelah bermain […]
Warung Remang-remang Surabaya Digerebek, Pemandu Lagu Wajib Dijemput Keluarga
- Sabtu, 17 Oktober 2026 10:11 WIB
Oala.id – Operasi penertiban tempat hiburan malam dan warung remang-remang, terus digencarkan Pemerintah Kota Surabaya, untuk menjaga ketertiban umum. Langkah aparat terkait itu, menyasar peredaran minuman keras serta aktivitas pekerja malam. Keberadaan warung remang-remang kerap memicu keresahan warga akibat penjualan minuman keras ilegal. Suara musik yang terlalu keras, juga sering mengganggu ketenteraman lingkungan sekitar. Plt […]
Warung Tak Muncul di Google Maps? Begini Cara Daftar Gratis agar Mudah Ditemukan Pembeli
- Kamis, 22 Oktober 2026 16:29 WIB
OALA.id – Coba ingat kebiasaan Anda sendiri saat lapar di daerah yang asing: buka Google Maps, ketik “warung terdekat”, lalu pilih yang muncul paling atas dengan foto menggugah dan rating bagus. Nah, pembeli warung Anda melakukan hal yang sama setiap hari. Masalahnya, kalau usaha Anda tidak muncul di Google Maps, Anda kehilangan calon pembeli itu […]


