80 Persen Penyakit Berasal dari Air Buruk, Fraksi Gerindra Dorong Perda Air Limbah Domestik
- Senin, 19 Oktober 2026 15:03 WIB
- Pemerintahan

OALA.id – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna penyampaian Pendapat Akhir Fraksi, Senin (19/10/2026).
Juru bicara Fraksi Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan regulasi tersebut harus mampu melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan warga mendapatkan layanan sanitasi yang layak dengan biaya terjangkau.
“Pengelolaan air limbah domestik menjadi bagian penting untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yang sehat, bersih, tertata, dan berkelanjutan. Tak hanya membangun infrastruktur, pengelolaan ini juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, dan hak warga untuk tinggal di lingkungan permukiman yang layak,” tegas pria yang akrab disapa Cak Yebe tersebut.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini menjelaskan, air limbah domestik berasal dari berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat. Limbah itu terbagi menjadi black water atau air hitam dari toilet yang mengandung banyak zat organik, serta grey water atau air abu-abu dari kegiatan mandi, mencuci, dan memasak. Jenis yang terakhir ini mendominasi sekitar 50 hingga 80 persen dari total air limbah domestik.
Jika tidak diolah dengan baik, air limbah domestik berpotensi mencemari air tanah dan sungai yang menjadi sumber kebutuhan masyarakat. Kualitas air bersih menurun, risiko penyakit bawaan air pun meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut 80 persen penyakit di dunia dan 50 persen kematian anak berkaitan erat dengan buruknya kualitas air minum. Limbah domestik juga dapat mengandung mikroorganisme patogen seperti E. coli yang berpotensi menyebarkan penyakit menular, termasuk diare dan kolera, selain menimbulkan bau tidak sedap dan merusak ekosistem perairan.
“Semakin banyak penduduk dan semakin berkembang kawasan permukiman, kebutuhan pengelolaan air limbah juga semakin besar. Karena itu, Surabaya perlu memiliki sistem pengelolaan yang terencana dan saling terintegrasi, sekaligus memastikan layanan sanitasi bisa dijangkau masyarakat di semua wilayah,” kata Cak Yebe.
Fraksi Gerindra meminta Pemerintah Kota Surabaya menyusun perencanaan pengelolaan air limbah secara menyeluruh dengan menyesuaikan kebutuhan setiap wilayah. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kawasan padat penduduk, perkampungan, dan daerah yang masih kekurangan sarana sanitasi.
“Kami mendorong Pemkot Surabaya menyusun perencanaan pengelolaan air limbah yang benar-benar memperhatikan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah. Kawasan padat penduduk, perkampungan, serta wilayah yang sarana sanitasinya masih terbatas harus menjadi perhatian agar masyarakat bisa mendapatkan layanan yang layak,” jelas pria yang juga Bendahara DPC Gerindra Surabaya tersebut.
Untuk mencegah pencemaran, pengelolaan air limbah dapat dilakukan melalui sistem setempat dengan tangki septik maupun sistem terpusat menggunakan jaringan pipa menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, penerapan sistem tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik limbah dan memenuhi standar teknis serta baku mutu lingkungan. Penanganan yang tidak sesuai ketentuan berisiko membuat pencemaran tetap terjadi meskipun fasilitas pengolahan sudah tersedia.
“Air limbah dari kegiatan rumah tangga maupun toilet harus dikelola sesuai standar teknis dan baku mutu lingkungan. Dengan begitu, risiko pencemaran bisa dicegah dan kesehatan masyarakat tetap terlindungi,” terang dia.
Selain memastikan standar teknis terpenuhi, Fraksi Gerindra menilai ketersediaan anggaran juga menentukan keberlanjutan layanan sanitasi. Anggaran harus mencakup pembangunan sekaligus pemeliharaan fasilitas agar sistem pengolahan air limbah dapat berfungsi dalam jangka panjang. Fraksi Gerindra juga mengingatkan agar penetapan tarif atau pungutan layanan tidak membebani masyarakat, terutama warga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
“Anggaran untuk membangun dan merawat sarana pengolahan air limbah harus tersedia secara memadai, dikelola dengan transparan, dan dijaga keberlanjutannya. Begitu juga dengan tarif layanan, penetapannya harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat dan tetap mengedepankan keadilan,” ujar mahasiswa doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.
Cak Yebe menambahkan, keberhasilan Perda tersebut tidak cukup diukur dari banyaknya fasilitas sanitasi yang dibangun. Sarana yang tersedia harus berfungsi dengan baik, dipelihara secara rutin, dan didukung aturan pelaksana yang jelas serta terukur. Pemerintah Kota Surabaya bersama masyarakat juga perlu memperkuat pengawasan dan memperluas edukasi mengenai pentingnya sanitasi yang aman.
“Keberhasilan pengelolaan air limbah tidak cukup dilihat dari pembangunan infrastrukturnya. Yang tidak kalah penting adalah memastikan fasilitas itu berfungsi dan pelayanannya terus berjalan. Karena itu, pemeliharaan, pengawasan berkala, penegakan aturan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat harus dilakukan,” pungkas dia.
Rekomendasi Untuk Anda
Korban Kelima Karhutla Bromo Meninggal di RSUD Dr Soetomo
- Selasa, 20 Oktober 2026 08:36 WIB
OALA.id – Munawi (44), anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Senin (19/10/2026) pukul 14.55 WIB setelah berjuang melawan luka bakar yang meluas. Kepergian Munawi menambah daftar korban jiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menjadi lima orang. Menurut laporan Kompas.com yang dikutip […]
Petani dan Guru di Batu Jadi Korban Penyalahgunaan e-KTP untuk KUR BRI
- Rabu, 7 Oktober 2026 20:44 WIB
Oala id – Ada bagian yang sering luput saat kita membicarakan kasus korupsi perbankan, ketidakfahaman warga awam yang kerap dijadikan jalan pintas oleh oknum tertentu. Nasib ini yang belakangan menimpa sejumlah warga di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Identitas kependudukan mereka, dimanfaatkan untuk meraup fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta Kredit Usaha Pedesaan di […]
Jadwal SIM dan Samsat Keliling Surabaya Hari Ini, Selasa 20 Oktober 2026
- Selasa, 20 Oktober 2026 09:01 WIB
OALA.id – Warga Surabaya yang hendak memperpanjang SIM hari ini punya dua pilihan titik layanan keliling. Sementara itu, Samsat keliling tetap membuka 13 titik untuk urusan pajak STNK tahunan, dan bus umum seperti Suroboyo Bus serta Trans Jatim beroperasi seperti biasa pagi ini. SIM keliling: Terminal Bratang dan ITC Mall Berdasarkan jadwal resmi dari akun […]
Antre 4 Bulan di RSUD Dr. Soetomo, Dian Penyandang Disabilitas dengan Kanker Ditangani di RSUD Soewandhie
- Sabtu, 10 Oktober 2026 20:50 WIB
Oala.id – Ada bagian yang sering luput dari pandangan mata, saat kita bicara soal deretan antrean panjang di rumah sakit rujukan. Di balik angka-angka pendaftaran yang terus menumpuk, ada manusia yang sedang bertarung melawan waktu dalam kesunyian. Dian, salah satunya. Seorang penderita disabilitas tinggal di Manukan Lor, Surabaya, ia sudah lama merasakan ketidaknyamanan berat di […]
Anak Pelaku Kasus Kekerasan Bocah Disabilitas di Rungkut Dibina 6 Bulan
- Selasa, 20 Oktober 2026 08:48 WIB
OALA.id – Polrestabes Surabaya menetapkan pembinaan selama enam bulan di Rumah Perubahan milik Pemerintah Kota Surabaya bagi seorang anak berusia 10 tahun yang diduga terlibat dalam perkara kekerasan terhadap Z (10), bocah penyandang Down syndrome yang meninggal dunia di kawasan Rungkut, Surabaya. Keputusan itu diambil dalam sidang yang digelar Senin (19/10/2026). Diperbarui: 12.54 WIB, 20 […]
Fenomena Downgrade Lifestyle Ramai, Apa Pemicunya?
- Kamis, 8 Oktober 2026 18:57 WIB
Oala.id – Fenomena penurunan gaya hidup atau downgrade lifestyle ramai diperbincangkan di media sosial. Perubahan ini dinilai bukan sekadar perasaan subjektif, melainkan fakta riil di tengah masyarakat. Pemicunya disebut kombinasi antara penurunan daya beli dan pergeseran kesadaran finansial. Daya Beli dan Kesadaran Finansial Menurunnya daya beli membuat banyak orang menyesuaikan pengeluaran. Pada saat yang sama, […]
Michelle Ziudith dan Omar Daniel Bintangi Alas Roban The Series
- Jumat, 9 Oktober 2026 12:48 WIB
Oala.id – Alas Roban The Series mulai tayang di sebuah televisi swasta pada Senin, 19 Oktober 2026. Michelle Ziudith dan Omar Daniel menjadi dua pemeran utama dalam series yang melanjutkan kisah film Alas Roban. Filmnya sendiri sebelumnya tayang di bioskop pada awal tahun dan mendapat respons positif. Versi series ini tetap memakai nuansa horor dan […]
Disulap Jadi Wisata Malam Eksotis, Hutan Kota Jeruk Surabaya Uji Coba Buka hingga Malam Hari
- Minggu, 18 Oktober 2026 19:40 WIB
Oala.id – Sabtu sore hingga malam (17/10/2026) kemarin, suasana senja berbalut alunan musik akustik, memanjakan mata pengunjung di Hutan Kota Jeruk, Lakarsantri, Surabaya. Pengunjung, dapat merasakan pengalaman unik menikmati hamparan sawah malam, yang diterangi nyala obor tradisional dan lampu hias hangat. Kebetulan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Garden Fest, untuk menguji coba perpanjangan jam operasionalnya […]


