Dari Hajatan Kampung ke Panggung Festival, Koplo Kini Jadi Musiknya Anak Muda
- Selasa, 27 Oktober 2026 17:00 WIB
- CULTURE

Surabaya, OALA.id – Bayangkan sebuah panggung hajatan di kampung Jawa Timur tiga puluh tahun silam. Kendang dipukul cepat, penyanyi menyapa penonton satu per satu, dan penonton membalas dengan saweran. Kini bunyi yang sama menggema dari panggung festival besar, di hadapan penonton yang datang dengan tiket, antre sejak sore, dan hafal liriknya di luar kepala. Dangdut koplo sudah pindah kelas, dan yang mengantarnya ke sana justru anak-anak muda.
Koplo lahir di Jawa Timur pada awal tahun 1990-an. Salah satu akarnya adalah dangdut kotekan yang dimainkan sejak 1993 di kawasan Girilaya, Surabaya, sebagai musik pengiring membangunkan sahur pada bulan Ramadan. Penabuh legendaris Cak Met menyebut Jarak, di pinggiran Surabaya, sebagai tempat kelahiran koplo. Dari sana musik ini menyebar lewat jalur Pantura, digemari kalangan pekerja seperti nelayan serta sopir bus dan truk yang melintasi pesisir utara Jawa. Ciri yang paling mudah dikenali adalah ketukan kendang yang cepat dan peran penabuh kendang yang dominan, jauh lebih menghentak dibanding dangdut klasik.
Nama koplo sendiri berasal dari bahasa slang. Musik ini disebut membuat pendengarnya merasa melayang, seperti efek pil koplo yang murah. Julukan itu melekat, begitu pula stigma yang mengikutinya selama bertahun-tahun. Koplo dicap musik kampungan, musik orang miskin, dan musik yang tidak pantas masuk ruang arus utama.
Titik ledak pertama datang pada 2003 lewat Inul Daratista. Penyanyi asal Pasuruan itu membawa koplo ke panggung nasional, dan rekaman penampilannya menyebar luas lewat VCD bajakan. Goyang ngebor yang menjadi ciri panggungnya memicu protes keras, terutama dari Rhoma Irama dan kelompok konservatif, sampai perdebatan itu ikut melatari lahirnya Undang-Undang Antipornografi 2008. Koplo menjadi terkenal, tetapi juga menjadi bahan perdebatan moral di tingkat nasional.
Gelombang berikutnya datang lebih pelan dan lebih diterima. Pada pertengahan 2010-an, pop koplo yang dipopulerkan Via Vallen dan Nella Kharisma membuat koplo terdengar di radio kota dan televisi. Lagu Sayang yang dibawakan Via Vallen pada 2017 diputar bukan hanya di kampung, melainkan juga di kota besar seperti Jakarta. Koplo mulai didengar tanpa harus disertai kontroversi goyangannya.
Gelombang ketiga, yang sedang berjalan sekarang, adalah gelombang festival. Denny Caknan, penyanyi asal Ngawi yang melejit lewat Kartonyono Medot Janji, mengisi jadwal padat di berbagai kota pada 2025, dari Pestapora di Jakarta pada 7 September 2025 sampai Bank Jatim Jazz Traffic Festival di Surabaya pada 27 September 2025. NDX AKA tampil pada hari pertama Pestapora 2025, Denny Caknan pada hari ketiga. Setahun kemudian, Pestapora 2026 yang digelar 25 sampai 27 September 2026 di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran menargetkan 105.000 penonton selama tiga hari, dengan NDX AKA, Inul Daratista, dan Rombongan Bodonk Koplo dalam format Robokop pada daftar penampilnya.
Festival lain mengikutinya. Synchronize Fest 2026 pada 16 sampai 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran menghadirkan orkes dangdut lintas generasi bertajuk 4 Sehat 5 Nampol, yang mempertemukan Orkes Nunung CS, Orkes Pensil Alis, Benang Kenur, Feel Koplo, dan Mingse. Selarasa Fest 2026 pada 26 Juni 2026 di Rocket Arena Godean, Sleman, menampilkan NDX AKA, Gildcoustic, dan Lavora dalam satu panggung. Zephyer Project Vol 4 pada 17 Juli 2026 di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, mengandalkan Denny Caknan, NDX AKA, dan Aftershine sebagai magnet. Bahkan konser Denny Caknan di Kapura Fest 2026 pada 30 Mei 2026 di Stadion Baning, Sintang, sampai membuat Polres Sintang menggelar gladi pengamanan sehari sebelumnya karena tingginya antusiasme penonton.
Alasan anak muda jatuh cinta pada koplo sebenarnya tidak rumit. Lirik-lirik patah hati berbahasa Jawa yang dibawakan Denny Caknan dan kawan-kawan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, mudah dihafal, dan enak dinyanyikan bersama. Di panggung, ada senggakan, yaitu sahutan ritmis pendek dari penabuh kendang dan penyanyi latar yang berakar dari tradisi karawitan Jawa. Senggakan itu meruntuhkan jarak antara panggung dan penonton, sehingga konser berubah menjadi pesta komunal. Di luar panggung, potongan lagu koplo beredar di TikTok dan platform video pendek, lalu penonton datang ke festival sudah dalam keadaan hafal.
Data streaming ikut menguatkan cerita ini. Lagu Calon Mantu Idaman dari Rombongan Bodonk Koplo pernah menembus 10 besar tangga lagu Spotify Indonesia. Koplo yang dulu disebarkan lewat VCD bajakan kini didistribusikan lewat platform resmi, dan pendengarnya tidak lagi terbatas pada penonton hajatan.
Nadia Firmansyah, Direktur Nagamas Ciptakarya, penyelenggara Selarasa Fest 2026, menjelaskan semangat di balik festivalnya dalam konferensi pers pada Minggu, 7 Juni 2026. “Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan nilai-nilai yang dimilikinya,” ujar Nadia. Promotor Zephyer Project, Lifani, menyampaikan harapan serupa. “Kami ingin menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan berkesan bagi semua kalangan,” ujar Lifani.
Namun naik kelas bukan berarti perdebatan selesai. Sebagian pendengar masih memandang koplo dengan sebelah mata, warisan stigma kampungan dan kontroversi moral awal 2000-an. Sebagian lagi mempertanyakan apakah koplo yang sudah dipoles panggung festival, tata cahaya megah, dan tata suara modern masih menyimpan jiwa hajatan yang kasar dan spontan. Pertanyaan yang sama muncul di festival lintas genre, apakah musik kini dinikmati karena kualitas karyanya atau karena seberapa ramai namanya di media sosial.
Perdebatan itu justru menandai bahwa koplo sudah menjadi bagian penting percakapan musik Indonesia. Musik yang dulu hanya mengiringi hajatan di kampung Jawa Timur kini dibicarakan sebagai fenomena budaya, dikurasi festival besar, dan dinyanyikan anak muda dari berbagai daerah. Dari Jarak di pinggiran Surabaya sampai Gambir Expo di Jakarta, koplo menempuh jalan panjang. Yang tidak berubah adalah denyut kendangnya, cepat, menghentak, dan mengajak siapa pun yang mendengarnya untuk ikut bergoyang.
Rekomendasi Untuk Anda
Api Melalap Rumah di Gang Sempit Kupang Krajan Surabaya Dini Hari
- Selasa, 27 Oktober 2026 08:30 WIB
OALA.id – Api melalap sebuah rumah di Jalan Kupang Krajan, Sawahan, Surabaya, pada Selasa dini hari, 27 Oktober 2026. Dalam video yang beredar, kobaran api terlihat menyembur dari atap rumah sementara asap pekat membumbung ke langit malam. Berdasarkan video yang diunggah akun @djeffri110794 di Instagram, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya tampak tiba di lokasi […]
Ketika Inkompetensi Birokrasi Menjadi Kejahatan
- Jumat, 23 Oktober 2026 17:51 WIB
Mochamad Chazienul Ulum (Dosen Administrasi Publik FIA Universitas Brawijaya) Di Balik Topeng Prosedur Ketika sebuah sistem pemerintahan gagal merespons krisis, narasi yang paling sering muncul di ruang publik adalah tentang “kesalahan teknis”, “kekurangan sumber daya”, atau “kurangnya persiapan”. Kita cenderung memaklumi inkompetensi tersebut sebagai kelemahan manusiawi yang memprihatinkan namun wajar. Padahal, sebagaimana ditegaskan oleh Guy […]
Loker Surabaya 28 Oktober 2026, Workshop Gratis Hari Ini dan Job Fair 3.000 Lowongan Besok
- Rabu, 28 Oktober 2026 07:40 WIB
OALA.id – Hari ini ada yang bisa langsung didatangi tanpa biaya, besok ada job fair raksasa yang tinggal sehari lagi. Workshop soft skill gratis digelar pagi ini di kawasan Tunjungan, sementara Job Fair Inklusif 2026 membuka lebih dari 3.000 lowongan mulai Kamis besok di Grand City Surabaya. Berikut rangkuman lowongan kerja terbaru yang terverifikasi per […]
Como Amankan Tiga Poin Usai Menang 2-0 atas Sassuolo
- Minggu, 25 Oktober 2026 09:49 WIB
Como, OALA.id – Como mengamankan tiga poin pada lanjutan Serie A. Bermain di kandang, Sabtu malam WIB, Como menang 2-0 atas Sassuolo di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada pekan 8. Anastasios Douvikas menjadi penentu kemenangan tuan rumah lewat dua gol di babak kedua. Gol pertama lahir pada menit 49 dari umpan Maxence Caqueret, dan gol kedua […]
Derbi Suramadu Madura United Datang ke Surabaya Tanpa Rasa Takut
- Minggu, 25 Oktober 2026 14:30 WIB
Surabaya, OALA.id – Madura United menatap Derbi Suramadu tanpa rasa takut. Tim asuhan Jose Gomes itu mengincar poin saat bertandang ke kandang Persebaya pada lanjutan BRI Super League, Senin (26/10/2026) pukul 19:00 WIB, yang disiarkan langsung di Vidio. Jose menyampaikan hal itu dalam pre-match press conference, Minggu (25/10/2026), didampingi pemain Angga Saputro. Ia menyebut laga […]
Ledakan LPG di Kupang Segunting Surabaya, Rumah Rusak Parah dan Dua Orang Luka Bakar
- Senin, 26 Oktober 2026 11:19 WIB
OALA.id – Ledakan LPG dilaporkan terjadi di Jalan Kupang Segunting, Surabaya, pada Senin pagi, 26 Oktober 2026. Sebuah rumah di gang sempit itu rusak parah, dan dua orang dilaporkan mengalami luka bakar. Berdasarkan video yang diunggah akun @ini_surabaya di Instagram, puing kayu, bata, dan besi terlihat berserakan di gang tersebut. Dinding bata rumah itu tampak […]
Ikut Melapor Hilang, Pria Madiun Ternyata Habisi Istri Siri dan Anaknya
- Selasa, 27 Oktober 2026 11:32 WIB
Madiun, OALA.id – Polda Jatim mengungkap pembunuhan seorang ibu dan anaknya di Kota Madiun. Tersangka yang sudah ditetapkan adalah DBL, laki-laki 40 tahun warga Kota Madiun yang disebut sebagai suami siri korban. Pengungkapan itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing dalam konferensi pers. Kasus ini ditangani Subdit 3 Jatanras […]
Vinicius Menonton dari Tribun: El Clasico Tanpa Sang Provokator
- Sabtu, 24 Oktober 2026 06:38 WIB
Barcelona, OALA.id – Pemain yang paling sering menjadi pusat keributan El Clasico justru tidak akan berada di lapangan. Vinicius Junior harus menonton dari tribun Camp Nou, Senin (26/10/2026) pukul 03.00 WIB. Komite Disiplin RFEF menjatuhkan skorsing empat laga kepada Vinicius. Sanksi itu lahir dari kartu merah langsung setelah ia menarik rambut bek Villarreal, Nathan Saliba, […]


