Dari Coretan Liar hingga Galeri Kota, Perjalanan Panjang Mural Surabaya

Surabaya, OALA.id – Di sejumlah sudut Surabaya, tembok tidak lagi sekadar pembatas. Ia berubah menjadi kanvas raksasa yang bercerita tentang kota, warganya, dan kegelisahan yang tidak sempat terucap lewat kata-kata.

Mural dan grafiti sudah lama menghiasi dinding kota ini, dari gang kampung hingga kawasan heritage. Sebagian orang melihatnya sebagai seni yang menghidupkan ruang publik. Sebagian lain menganggapnya coretan liar yang merusak pemandangan. Di antara dua penilaian itu, seniman jalanan Surabaya terus mencari pijakan.

Perjalanan seni jalanan Surabaya tidak bisa dilepaskan dari Serikat Mural Surabaya (SMS), perhimpunan kelompok seni jalanan Surabaya dan Sidoarjo yang berdiri pada 2011. SMS menjadi pelopor seni mural di kota ini, menggelar pameran, lokakarya, forum, dan pendampingan seniman jalanan. Hingga 2016, SMS telah menghasilkan lebih dari 100 karya seni jalanan yang tersebar di seantero Surabaya.

Salah satu programnya adalah Mural Masuk Kampung, yang menyasar perkampungan di Surabaya. Pesan yang dibawa mural-mural itu bersifat mendidik, sekaligus menjelaskan kepada warga apa itu seni mural, dengan gambar yang disesuaikan dengan keadaan kampung setempat. SMS juga mengupayakan wisata mural di sejumlah titik kota.

Di dunia seni jalanan, mural dan grafiti adalah dua hal yang berbeda. Penelitian Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya menjelaskan bahwa mural pada prinsipnya adalah melukis di dinding, sedangkan grafiti adalah mencoret atau menulis. Mural berasal dari bahasa Latin murus yang artinya dinding, sedangkan grafiti dari bahasa Latin graphium yang artinya menulis.

Perbedaan itu penting, karena di mata aturan keduanya sering disamaratakan. Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 juncto 2 Tahun 2020 tentang ketertiban umum mengatur larangan grafiti dan vandalisme di ruang publik. Penelitian Jurnal Sosial Studi Universitas Lampung edisi Maret 2026 mencatat sanksi yang mengancam pelanggar, berupa sanksi administratif maupun pidana ringan dengan denda maksimal Rp50 juta atau kurungan maksimal tiga bulan.

Ketegangan antara seniman dan aturan bukan barang baru. Gerakan Street Art Melawan yang dipelopori SMS lahir sebagai tanggapan atas penangkapan sejumlah seniman jalanan oleh Satpol PP Surabaya. Di internal komunitas sendiri, perebutan tembok juga punya etikanya. Penelitian Petra yang mewawancarai komunitas Bunuhdiri, Tiadaruang, Horrorcrew, Artpuccino, dan HateHate mencatat bahwa komunitas mural Surabaya masih memegang nilai toleransi dan izin dari komunitas lain saat menimpa karya, di tengah kebiasaan menimpa karya yang lumrah di dunia seni jalanan. Istilah yang dipakai para seniman untuk praktik menimpa itu adalah tiban.

Seiring waktu, pola berkarya ikut bergeser. Penelitian Universitas Lampung yang mewawancarai 15 seniman jalanan Surabaya menemukan bahwa pembatasan grafiti memicu pergeseran dari karya spontan yang cenderung subversif ke mural tematik yang lebih terstruktur dan sesuai regulasi. Pemerintah kota memperkenalkan konsep mural tematik sebagai jalan tengah, agar seniman tetap bisa berkarya di ruang publik dengan tema yang disetujui.

Jalan tengah itu membuka kolaborasi. Seorang seniman jalanan yang diwawancarai penelitian tersebut menuturkan pengalamannya.

“Kami sekarang sering diajak bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk membuat mural di tempat-tempat wisata. Mereka menyediakan dana dan lokasi, kami menyediakan karya dan kreativitas. Ini sebenarnya winwin solution. Kami bisa berkarya, pemerintah mendapatkan ruang publik yang lebih indah, dan masyarakat mendapatkan edukasi melalui seni.”

Namun tidak semua seniman merasa nyaman dengan format tematik. Penelitian yang sama mencatat bahwa sebagian seniman merasa mural tematik membatasi kebebasan berekspresi, sehingga mereka tetap memanfaatkan ruang-ruang tersembunyi untuk mempertahankan karakter asli grafiti.

Di sisi lain, mural juga bekerja sebagai penjaga ingatan kota. Studi Universitas Pelita Harapan tentang kampung Peneleh dan Tambak Bayan di Surabaya menemukan bahwa mural tidak hanya mempercantik situs heritage, tetapi juga melestarikan narasi sejarah, memperkuat identitas komunitas, dan menjadi daya tarik wisata yang menggerakkan ekonomi setempat. Di Kampung Gedung Tarukan, Surabaya Timur, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas PGRI Adi Buana bahkan mendampingi warga membuat mural di dinding pintu masuk kampung, sebagai bagian dari program kampung hijau.

Mural juga menjadi bahasa identitas yang paling lantang, misalnya bagi suporter Persebaya. Menjelang satu abad Persebaya pada 18 Juni 2027, kolaborasi Citicon Green Day Mural Edition memberi ruang bagi komunitas suporter untuk mengekspresikan kecintaan pada Bajul Ijo lewat karya visual. Ary Armando dari komunitas Tribun Timur, 51 tahun asal Simolawang, Surabaya Utara, meraih predikat Juara Favorit dengan mural bertema HUT Persebaya ke-99. Ia mengaku mengerjakannya sekitar tiga hari, dengan tantangan cuaca yang berubah-ubah. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun menghadiahi tiga mural perjalanan 99 tahun Persebaya di kawasan Jalan Yono Suwoyo.

Jadi, mural itu seni, vandalisme, atau identitas warga? Jawabannya bergantung pada tiga hal, yaitu izin, tempat, dan tujuan. Mural yang lahir dari kesepakatan warga, dikerjakan bersama, dan bercerita tentang lingkungannya cenderung diterima sebagai identitas. Coretan tanpa izin di fasilitas publik tetap berurusan dengan aturan. Dan di antara keduanya, tembok-tembok Surabaya akan terus menjadi ruang tawar-menawar antara seniman, warga, dan kota.

  • Penulis: Oala Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

Bupati Sidoarjo Subandi saat audiensi bersama jajaran Forum CSR di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Senin 26 Oktober 2026.

Bukan Sekadar Nama, Subandi Titip Forum CSR untuk Atasi Pengangguran Sidoarjo

  • Selasa, 27 Oktober 2026 23:12 WIB
  • Oala Nurudin

Sidoarjo, OALA.id – Sidoarjo punya sekitar 6.000 perusahaan. Tapi angka pengangguran di daerah ini masih tinggi. Kontras itulah yang coba dijawab Bupati Subandi lewat Forum CSR. Forum itu dibentuk sebagai mekanisme satu pintu dalam penyaluran dan pelaporan bantuan perusahaan. Audiensinya dihadiri jajaran pejabat daerah, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta yang beroperasi di Sidoarjo. Tujuannya: meningkatkan […]

Christian Pulisic dan Yunus Musah berjalan di lorong San Siro sebelum laga AC Milan vs Bologna.

Hat-trick Mbangula Hentikan Rekor Tak Terkalahkan Milan di San Siro

  • Kamis, 29 Oktober 2026 07:57 WIB
  • Oala Ashadi

Milan, OALA.id – AC Milan menelan kekalahan pertama di Serie A musim ini. Rossoneri takluk 2-4 dari Bologna di San Siro, Rabu (28/10/2026) malam waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, lewat hat-trick Samuel Mbangula. Bologna unggul lebih dulu lewat Mbangula pada menit ke-8, gol pada start perdananya di Serie A. Milan membalikkan keadaan sebelum […]

Jonatan Christie saat bertanding bulu tangkis

Bangkit dari Ketinggalan, Jojo dan Amri/Nita Rebut Tiket Perempat Final HYLO

  • Kamis, 29 Oktober 2026 22:12 WIB
  • Oala Ashadi

Saarbrücken, OALA.id – Jonatan Christie dan pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membawa Indonesia ke perempat final HYLO Open. Keduanya memenangi babak 16 besar di Saarbrücken, Kamis (29/10/2026) sore-malam WIB. Jonatan Christie yang merupakan unggulan empat sekaligus juara bertahan menyingkirkan Minoru Koga dari Jepang lewat rubber game 21-14, 13-21, 21-18. Jojo sempat tertinggal di gim penentuan […]

Mariah Carey tampil bernyanyi di atas panggung dalam konser tahun 2005.

Bukan Lagu Galau, Always Be My Baby Justru Lagu Paling Percaya Diri soal Mantan

  • Selasa, 27 Oktober 2026 15:43 WIB
  • Oala Ilham

OALA.id – Ada lagu putus yang sama sekali tidak terdengar seperti lagu putus. Always Be My Baby dari Mariah Carey justru terdengar ringan, manis, dan penuh percaya diri, padahal lagu ini bercerita tentang dua orang yang sudah tidak bersama lagi. Di situlah letak kejutannya, dan mungkin juga alasan kenapa lagu ini tetap diputar sampai puluhan […]

Para juara KBAM 2026 Zona Timur berpose bersama memegang papan hadiah juara di depan backdrop Djarum Foundation di GOR Suryanaga

Dua Takhta Berpindah dan Satu Bertahan di Final KBAM 2026 Zona Timur

  • Rabu, 28 Oktober 2026 21:04 WIB
  • Oala Ashadi

Surabaya, OALA.id – Dua takhta berpindah tangan dan satu takhta bertahan. Itulah cerita final Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2026 Zona Timur di GOR Suryanaga, Surabaya, Rabu (28/10/2026). Di kelompok usia 25-35 tahun, pasangan media Petisi Jefri/Nanang tampil meyakinkan. Mereka mengalahkan pasangan Jatim Mandiri Ary/Yoyok dengan dua game langsung 21-15, 21-14, dan merebut gelar yang […]

BYD M6 DM Classic berwarna hitam

Baru Empat Bulan Mengaspal, BYD M6 DM Sudah Kuasai Separuh Pasar PHEV Indonesia

  • Selasa, 27 Oktober 2026 16:30 WIB
  • Oala Andik

OALA.id – Baru empat bulan dikirim ke diler, BYD M6 DM sudah menguasai hampir separuh pasar mobil plug-in hybrid di Indonesia. Model ini membuktikan bahwa pendatang baru sekalipun bisa langsung memimpin, asal harganya masuk akal dan bentuknya sesuai selera keluarga Indonesia. Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilansir Detik Oto mencatat distribusi […]

Pemain Inter menguasai bola lawan Venezia

Dua Gol Bunuh Diri Antar Inter ke Puncak, Derby Milan Memanas

  • Kamis, 29 Oktober 2026 14:18 WIB
  • Oala Ashadi

Venezia, OALA.id – Inter merebut kembali puncak klasemen Serie A tanpa satu pun gol dari pemainnya sendiri. Dua gol bunuh diri Venezia pada menit 79 dan 82 memberi Inter kemenangan 2-0 dan 25 poin, cukup untuk kembali ke puncak klasemen. Kemenangan aneh itu datang pada momen yang tepat. Inter akan menghadapi AC Milan pada Derbi […]

Bambang Haryo Soekartono bersama pesilat junior Surabaya saat meninjau latihan menjelang Popda di Ngawi.

Bambang Haryo targetkan pesilat Surabaya raih tujuh emas Popda

  • Jumat, 30 Oktober 2026 11:15 WIB
  • Oala Gentur

Surabaya, OALA.id – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya Bambang Haryo Soekartono menargetkan pesilat junior Surabaya meraih tujuh medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Ngawi sebagai bekal menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). “Targetnya memang tujuh emas, mudah-mudahan bisa terealisasi. Tapi sebanyak mungkin kita mendapatkan trofi atau medali, tidak hanya […]