Di Era Serba Instan, Anak Muda Justru Antre Cuci Film

OALA.id – Di zaman ketika semua bisa dijepret, dilihat, dan dihapus dalam hitungan detik, sekelompok anak muda justru memilih jalan yang berlawanan. Mereka memotret dengan kamera film, menunggu berhari-hari, dan baru tahu hasilnya setelah rol dicuci. Fotografi analog bangkit lagi, dan Surabaya ikut berada di dalam pusarannya.

Di Surabaya, lab film tercatat masih aktif melayani. Impossible Project Film Lab & Camera di Jalan Untung Suropati dan Cofilem Café and Film Lab di Jalan Kedungsari menjadi contoh ruang yang menggabungkan jasa cuci film dengan tempat berkumpul. Jaringan lab Soup ‘n Film pun punya cabang di Surabaya, selain di Bandung, Jakarta, Cilegon, dan Medan.

Cerita yang paling terang justru datang dari Semarang. Andika, penggerak ruang temu penggemar analog Fotografilm, dulu harus mengirim rol filmnya ke lab kecil di Yogyakarta. Keterbatasan itu menumbuhkan tekad, dan pada 2015 ia ikut mendirikan komunitas SMG35MM, wadah pecinta film 35mm di Semarang yang aktif sampai 2019.

Tahun 2018 menjadi titik balik. Bersama seorang rekan, Andika membuka layanan cuci film di Semarang. “Waktu itu daripada teman-teman Semarang harus mengirim ke luar kota, makanya di 2018 aku dan teman disediakan tempat dan alat untuk menerima jasa cuci (film) di Semarang,” ungkapnya.

Menariknya, mayoritas pelanggan Andika justru datang dari rentang usia 18 sampai 25 tahun. Banyak di antaranya mahasiswa, generasi yang lahir ketika kamera digital sudah mendominasi. “Mulai dari rentang SMA biasanya baru kenal main analog, tapi mayoritas (peminat) itu sekitar 90 persen mahasiswa. Mayoritas Gen-Z, karena aku melihat bahwa di usia mereka tidak pernah mengalami era kamera analog,” ujarnya.

Daya tariknya bukan pada kepraktisan, melainkan pada ketidaksempurnaan yang dicari. Butiran grain film, karakter warna yang tidak bisa ditiru persis oleh filter digital, dan sensasi menunggu hasil menjadi alasan yang berulang disebut. Dalam satu rol 35mm, fotografer hanya punya 36 kesempatan, sehingga setiap jepretan dipikirkan lebih dulu.

Harga menjadi bagian dari cerita yang tidak bisa dihindari. Andika menuturkan, rol film yang dulu pernah ia beli seharga Rp20.000 sampai Rp25.000 kini bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000 per rol, tergantung merek dan jenis. Sebagian besar rol film yang dijual di Indonesia tidak masuk secara resmi dan harus diimpor, sehingga biaya impor dan kurs dolar ikut mengerek harga. Di marketplace pada akhir Oktober 2026, rol film warna 35mm seperti Fujifilm 200 dan 400 dibanderol sekitar Rp158.000 sampai Rp188.000, sementara Kodak Ultramax 400 sekitar Rp259.000, di luar ongkos cuci dan pindai per rol.

Di Bandung, geliat yang sama dijaga lewat jalur jual beli dan perbaikan. Izulgeokids di The Hallway Space, Pasar Kosambi, menjual dan memperbaiki kamera analog di tengah era digital. Gerainya tidak melayani pencucian film karena risiko pengelolaan limbahnya, tetapi literasi dan pengalaman memakai kamera film tetap dijaga lewat pengenalan perangkat kepada pelanggan.

Fenomena ini juga tercatat dalam riset tentang remaja Indonesia, yang menemukan tagar #35mm dan #indo35mm di Instagram sebagai penanda foto yang diambil dengan kamera analog, serta komunitas virtual seperti KLASTIC sebagai penanda tumbuhnya komunitas fotografi analog di Indonesia.

Analog bertahan bukan karena menolak digital, melainkan karena menawarkan hal yang tidak dimiliki digital, yaitu jeda. Menunggu hasil cuci film melatih kesabaran, membatasi jepretan melatih ketelitian, dan hasil cetak memberi arsip fisik yang tidak hilang bersama gawai yang berganti. Selama lab masih buka dan komunitas masih berkumpul, gulungan film akan terus diputar.

  • Penulis: Oala Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

Massa membentangkan spanduk tuntutan di depan gerbang Pengadilan Tipikor Surabaya.

Massa Demo di Depan Tipikor, Tangkap, Adili, Penjarakan Anwar Sadad dan Tersangka Lainnya

  • Kamis, 29 Oktober 2026 11:59 WIB
  • Oala Nurudin

OALA.id – Di depan gerbang Pengadilan Tipikor Surabaya, spanduk besar dibentangkan. Tuntutannya ditulis dengan huruf besar: tangkap, adili, penjarakan. Puluhan orang berdemonstrasi di sana, Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 10.30 WIB. Mereka berorasi dengan mobil komando. Dalam spanduk yang dibentangkan, massa menuntut penangkapan dan pengadilan atas Anwar Sadad dan tersangka lainnya. “Tangkap, adili, penjarakan Anwar […]

Para peserta Kejuaraan Bulutangkis Antar Media berfoto bersama di GOR Suryanaga.

Tantangan Berat Tiga Juara Bertahan di Semifinal KBAM 2026

  • Selasa, 27 Oktober 2026 21:28 WIB
  • Oala Ashadi

Surabaya, OALA.id – Tiga juara bertahan Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2026 Zona Timur masih bertahan hingga babak semifinal. Mereka membuka jalan kembali naik podium dalam event yang didukung Djarum Foundation Bakti Olahraga di GOR Suryanaga, Surabaya. Di kelompok usia 25-35, juara bertahan Angga/Timotius dari Ketik dan Gaung Media lolos ke semifinal setelah menang atas […]

Pengunjung memberi makan jerapah di Kebun Binatang Surabaya

Turis Mancanegara Suka Budaya, Bambang Haryo Minta KBS Hadirkan Atraksi Tradisional

  • Selasa, 27 Oktober 2026 09:06 WIB
  • Oala Gentur

OALA.id – Kapoksi Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta Kebun Binatang Surabaya (KBS) menghadirkan atraksi seni dan budaya. Permintaan itu disampaikan saat ia mengunjungi KBS di Surabaya, dengan alasan wisatawan mancanegara menyukai budaya sehingga atraksi seni tradisional bisa menjadi daya tarik tambahan. “Di kebun binatang ini perlu adanya sentuhan-sentuhan budaya. Turis mancanegara suka […]

Flyer Workshop Pengembangan Soft Skill Kerja 2026 gratis di Siola Convention Hall Surabaya pada 28 Oktober 2026

Loker Surabaya 28 Oktober 2026, Workshop Gratis Hari Ini dan Job Fair 3.000 Lowongan Besok

  • Rabu, 28 Oktober 2026 07:40 WIB
  • Oala Andik

OALA.id – Hari ini ada yang bisa langsung didatangi tanpa biaya, besok ada job fair raksasa yang tinggal sehari lagi. Workshop soft skill gratis digelar pagi ini di kawasan Tunjungan, sementara Job Fair Inklusif 2026 membuka lebih dari 3.000 lowongan mulai Kamis besok di Grand City Surabaya. Berikut rangkuman lowongan kerja terbaru yang terverifikasi per […]

Mariah Carey tampil bernyanyi di atas panggung dalam konser tahun 2005.

Bukan Lagu Galau, Always Be My Baby Justru Lagu Paling Percaya Diri soal Mantan

  • Selasa, 27 Oktober 2026 15:43 WIB
  • Oala Ilham

OALA.id – Ada lagu putus yang sama sekali tidak terdengar seperti lagu putus. Always Be My Baby dari Mariah Carey justru terdengar ringan, manis, dan penuh percaya diri, padahal lagu ini bercerita tentang dua orang yang sudah tidak bersama lagi. Di situlah letak kejutannya, dan mungkin juga alasan kenapa lagu ini tetap diputar sampai puluhan […]

Tiga pejabat berbatik memegang plakat Wilwatikta Awards 2026.

Sidoarjo Raih Penghargaan Daya Tarik Investasi, Subandi Janji Kepastian Hukum Makin Kuat

  • Sabtu, 31 Oktober 2026 18:28 WIB
  • Oala Nurudin

Sidoarjo, OALA.id – Sidoarjo kembali membawa pulang penghargaan. Daerah yang dikenal sebagai kota industri sekaligus kawasan perumahan yang terus berkembang itu dinobatkan sebagai Terbaik Kedua kategori Daya Tarik Investasi pada JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi dalam acara di Legacy Ballroom, Surabaya, Jumat (30/10/2026). Subandi hadir didampingi Kepala Dinas […]

Veda Ega Pratama di paddock

Dari Papan Tengah ke Empat Besar, Veda Panaskan Persaingan Moto3 Sepang

  • Jumat, 30 Oktober 2026 13:29 WIB
  • Oala Ashadi

Sepang, OALA.id – Sesi latihan bebas pertama Moto3 di Sepang sempat berjalan tidak ramah bagi Veda Ega Pratama. Pembalap Indonesia itu tercecer di posisi 15 hingga 20 pada sebagian besar sesi Jumat (30/10) pagi WIB. Namun cerita berubah pada menit-menit akhir. Veda mempertajam waktunya hingga 2:11.819 dan merangsek ke posisi keempat, hanya 0,234 detik di […]

Sejumlah orang memeriksa hasil panen cabai, bawang merah, dan sayuran di Surabaya.

Dari Satu Pot di Rumah, 231 RW Surabaya Bergerak Tanam Cabai

  • Sabtu, 31 Oktober 2026 18:21 WIB
  • Oala Nurudin

Surabaya, OALA.id – Satu pot di teras rumah. Itu saja. Dari situlah gerakan menanam cabai di Surabaya dimulai. Pemerintah Kota Surabaya mengajak warganya menanam cabai dari rumah. Tujuannya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan membantu warga memenuhi sebagian kebutuhan dapur secara mandiri. Tak punya pekarangan? Tak masalah. Pot, polybag, atau lahan bersama di lingkungan permukiman bisa […]