Dari Pelaku Menjadi Perawat, Tiga Hari Sanksi Sosial yang Memulihkan di Liponsos Keputih
- Minggu, 25 Oktober 2026 09:40 WIB
- Pemerintahan

OALA.id – Tangan yang pernah melanggar hukum itu kini memandikan seseorang yang bahkan keberadaannya sering dilupakan kota ini.
Di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, para peserta program Restorative Justice (RJ) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menjalani hukuman mereka bukan di balik jeruji, melainkan di barak-barak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Mereka membagikan makanan. Mencuci pakaian. Menemani senam pagi. Lalu, sebelum pulang, mereka belajar satu keterampilan kecil, mencuci motor, menyeduh kopi dan teh, sebagai bekal untuk kembali menjadi warga.
Di situlah letak pembedanya. Hukuman biasanya menjauhkan seseorang dari masyarakat. Yang ini justru memaksanya kembali, lewat tangan yang merawat.
Program ini didukung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Perkara para peserta sudah diselesaikan lewat mekanisme keadilan restoratif, dan sanksi kerja sosial menjadi jembatan mereka pulang.
Kepala Dinsos Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pihaknya mulai menerima peserta program RJ dari Kejari Surabaya pada 2025. Sepanjang tahun itu, sebanyak 25 orang menjalani sanksi sosial di Liponsos Keputih.
“Jadi kami menerima penitipan berkaitan dengan kegiatan RJ ini mulai dari tahun 2025. Tahun 2025 yang kami terima itu sebanyak 25 orang. 25 orang ini semuanya laki-laki,” kata Antiek, Sabtu (24/10/2026).
Penerimaan itu datang dalam tiga gelombang: 11 orang pada 30 Agustus, enam orang pada 6 November, dan delapan orang pada 25 November. Pada 2026, Dinsos Surabaya telah menerima 17 peserta, 16 laki-laki dan satu perempuan.
Untuk peserta perempuan itu, sanksinya disesuaikan. Ia sedang hamil.
“Nah, khusus yang satu perempuan ini, kebetulan yang bersangkutan itu dalam kondisi hamil. Jadi kami proses sanksi yang kami berikan juga disesuaikan,” tuturnya.
Di Liponsos, jadwal mereka padat dan sederhana. Sanksi berlangsung tiga hari, dengan kegiatan dua jam pada pagi, siang, dan malam hari, total 18 jam kerja sosial. Selama itu mereka tinggal di fasilitas Liponsos Keputih.
“Jadi rata-rata mereka melakukan kegiatan sosial di kami dengan membantu melakukan kegiatan di Liponsos mulai dari membantu memandikan klien yang ODGJ,” terang Antiek.
“Mereka ada tinggal bersama kami di Liponsos. Tadi di antaranya selain membantu cuci piring, juga membagikan makan dan juga kue,” jelasnya.
Di sela kegiatan, ada pembinaan mental dan kerohanian: kegiatan keagamaan, salat, aktivitas bersama.
“Kemudian bahwa di sela-sela itu mereka juga mengikuti kegiatan keagamaan, salat, juga melakukan aktivitas di sana,” ujarnya.
Lalu datang bagian yang paling jarang dimiliki sebuah hukuman, bekal pulang. Melalui koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, peserta dilibatkan dalam fasilitas pemberdayaan Liponsos — tempat penghuni menjalankan usaha sederhana.
“Di sana (Liponsos) juga ada tempat pemberdayaan bagi para penghuni, seperti bikin jualan kopi, teh dan sebagainya. Jadi mereka juga kita libatkan di sana,” ungkap Antiek.
“Jadi kami membuatkan jadwal untuk aktivitas mereka selama dipekerjakan secara sosial di lingkungan Liponsos,” imbuhnya.
Setelah masa sanksi berakhir, Dinsos Surabaya berkoordinasi dengan kejaksaan dan aparatur kelurahan di wilayah tempat tinggal masing-masing peserta. Tujuannya ganda: menyampaikan berakhirnya masa pembinaan, sekaligus memastikan ada yang mengawasi langkah pertama mereka kembali ke lingkungan.
“Setelah waktunya selesai, maka kami juga akan menyampaikan kepada teman-teman di Kejaksaan. Kemudian kami tentunya mengkomunikasikan dengan teman-teman di wilayah kelurahan yang bersangkutan tinggal,” pungkasnya.
Tiga hari. Delapan belas jam kerja sosial. Satu keterampilan untuk dibawa pulang. Dan satu pertanyaan yang ditinggalkan program ini untuk kita semua: jika seseorang bisa dipulihkan dengan cara merawat yang paling dilupakan, mengapa selama ini kita mengira hukuman hanya bisa bekerja dengan cara mengurung?
Rekomendasi Untuk Anda
SIM Keliling Surabaya Hari Ini di SWK Jambangan dan Sambikerep, Samsat Buka 13 Titik
- Selasa, 27 Oktober 2026 07:42 WIB
OALA.id – Warga Surabaya yang masa berlaku SIM-nya hampir habis bisa mengurus perpanjangan hari ini, Selasa 27 Oktober 2026, tanpa harus ke kantor Satpas. Layanan SIM keliling Polrestabes Surabaya hari ini membuka dua titik, yaitu Sentra Wisata Kuliner (SWK) Jambangan dan Kantor Kecamatan Sambikerep, dengan jam layanan yang sama di kedua titik. SIM keliling hari […]
PSM Bungkam Persebaya 1-0 Lewat Gol Bunuh Diri, Persik Menang 2-1 atas PSS
- Kamis, 22 Oktober 2026 18:14 WIB
Parepare, OALA.id – Satu momen nahas bek Persebaya Surabaya, Yuran Fernandes, memutuskan duel panas kontra PSM Makassar. Gol bunuh dirinya pada menit ke-74 membawa Juku Eja menang 1-0 pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kamis (22/10/2026) sore. Babak pertama berakhir tanpa gol. Tekanan PSM akhirnya berbuah selepas jeda. Bek […]
Empat Anak SMP Surabaya Bikin Band 1986, Kini Dewa 19 Pulang Kampung
- Jumat, 23 Oktober 2026 14:32 WIB
OALA.id – Empat puluh tahun lalu, empat anak SMP di Surabaya iseng membentuk band dari singkatan nama mereka sendiri. Tak ada yang menyangka, keisengan itu menjelma menjadi Dewa 19 — band yang kemudian menaklukkan panggung musik Indonesia lintas generasi. Dan akhir November ini, mereka pulang kampung. Dewa 19 dijadwalkan tampil di Graha Unesa, Surabaya, pada […]
Berawan Sepanjang Akhir Pekan, Suhu Surabaya Mencapai 35 Derajat Celcius
- Sabtu, 24 Oktober 2026 07:50 WIB
OALA.id – Akhir pekan ini langit Surabaya diprakirakan berawan tanpa hujan, tetapi suhu siang hari bisa mencapai 35 derajat Celcius. Bagi yang berencana beraktivitas di luar rumah, Minggu pagi adalah waktu paling nyaman: Car Free Day kembali digelar di Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan. 1. Cuaca Sabtu, 24 Oktober: berawan, suhu 26–35 derajat Hari ini […]
Kebakaran Rumah di Ambengan Batu Surabaya, Empat hingga Lima Mobil Damkar Dikerahkan
- Minggu, 25 Oktober 2026 22:26 WIB
OALA.id – Kebakaran melanda sebuah rumah di kawasan Jalan Ambengan Batu, Surabaya, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026. Dalam video yang diunggah akun resmi Command Center 112 Surabaya, api terlihat membesar dari atap rumah di tengah permukiman padat, sementara seorang petugas pemadam tampak berada di depan bangunan yang terbakar. Rekaman warga yang beredar di Threads […]
Dua Ganda Putra, Satu Tunggal: Malam Penentuan Indonesia di Paris
- Sabtu, 24 Oktober 2026 08:11 WIB
Dua Ganda Putra, Satu Tunggal: Malam Penentuan Indonesia di Paris Paris, OALA.id – Dari delapan wakil yang mencapai perempat final, Indonesia menyisakan empat harapan di French Open 2026. Keempatnya bermain pada semifinal Sabtu (24/10/2026) malam WIB. Moh. Zaki Ubaidillah menjadi satu-satunya harapan dari sektor tunggal. Ia melaju setelah mengalahkan Chi Yu Jen 21-15, 21-13 dan […]
Hari Buruk di Parepare: Persebaya Menciptakan Peluang, PSM Memanen Keberuntungan
- Kamis, 22 Oktober 2026 19:45 WIB
Parepare, OALA.id – Bernardo Tavares tidak mencari kambing hitam seusai Persebaya Surabaya takluk 0-1 dari PSM Makassar. Pelatih asal Portugal itu menyebut timnya menciptakan cukup peluang, tetapi keberuntungan berpihak kepada tuan rumah di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kamis (22/10/2026). Rotasi di Tengah Jadwal Padat Tavares menjelaskan, rotasi pemain menjadi kebutuhan pada laga ini. Persebaya menjalani […]
Cok, Rek, dan Rasa Bangga yang Masih Hidup di Lidah Arek Suroboyo
- Sabtu, 24 Oktober 2026 20:48 WIB
OALA.id – Di Surabaya, sapaan bisa terdengar keras di telinga orang luar, tapi hangat di telinga sesama arek. “Kon yaopo kabare?” — kamu apa kabar — bisa meluncur begitu saja di warung kopi, di pasar, atau di grup obrolan teman lama. Nadanya tinggi, katanya pendek, maksudnya jelas: ini bahasa pertemanan. Itulah bahasa Suroboyoan, dialek Jawa […]


